Edukasi

Mahasiswa Undhira Raih Prestasi di Tengah Pandemi Covid-19

 Badung (cybertokoh.com) –

Pandemi Covid-19 ternyata tidak menyurutkan semangat generasi muda khususnya mahasiswa Undhira untuk meraih prestasi. Seluruh mahasiwa telah dibekali pendidikan karakter untuk selalu bisa percaya diri dalam kondisi apapun. Hal ini dibuktikan I Putu Weda Kresna Witana. Mahasiswa yang akrab disapa Weda ini sedang menempuh pendidikan di Program Studi S1 Perekam dan Informasi Kesehatan-Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains, dan Teknologi-Universitas Dhyana Pura.

Weda meraih prestasi sebagai Wakil III Duta Bahasa Provinsi Bali 2020 yang dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung di kanal Youtube Duta Bahasa Provinsi Bali. Sebelum dinobatkan sebagai Wakil III Duta Bahasa Provinsi Bali 2020, tahun 2019 Weda berhasil menorehkan prestasi sebagai Putra Kampus Undhira 2019 di ajang pemilihan Putra dan Putri Kampus Undhira 2019. Diawali dari pemilihan Putra dan Putri Kampus Undhira 2019, mereka ditugaskan dan diberikan mandat sebagai representasi Universitas Dhyana Pura guna meraih prestasi setinggi-tingginya.

Weda dan timnya diberikan tongkat estafet untuk melanjutkan prestasi alumni Undhira yang lebih dulu berprestasi di sebuah ajang pemilihan. Weda tertarik terhadap pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali saat karena minat dan kepekaannya terhadap kebahasaan dan kesastraan. Secara aplikatif, Universitas Dhyana Pura juga memiliki pengembangan potensi mahasiswa dengan membentuk karakter yakni Tujuh Karakter Undhira. Terdapat nilai-nilai percaya diri (self confidence), integritas (integrity), keberagaman (plurarism), kewirausahaan (intra-entrepreneurship), kepemimpinan yang melayani (servant leadership), profesional (professionalism), dan mendunia (globally).

“Saya melakukan persiapan dari mental, wawasan kebahasaan dan kesastraan, serta adiwacana (public speaking). Ada tahap I (seleksi administrasi), saya melampirkan biodata diri yang memuat identitas diri, pengalaman organisasi, prestasi akademik dan nonakademik, pas foto, dan karangan argumentasi. Selanjutnya, tahap II (tes kompetensi bahasa dan tes wawancara) hingga tahap ini penentuan 10 Besar Finalis Duta Bahasa Provinsi Bali 2020. Mengenai pembekalan hingga acara puncak pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali 2020 sempat diadakan taklimat atau pengarahan dengan agenda karantina dan pembekalan. Akan tetapi, agenda tersebut sempat tertunda dan diputuskan oleh panitia untuk melaksanakan pembekalan dan pemilihan secara daring. Tentunya dengan kesempatan ini sebuah pengalaman baru yang memiliki kesan tersendiri dalam setiap pelaksanaannya,” ungkapnya.

Weda juga harus mengirim karangan argumentasi dengan tema menginternasionalkan bahasa Indonesia melalui situs web bahasa dan sastra “Aksara lakon” mengemas konten nusantara sebagai metode aplikatif. Hal ini terinspirasi dari pengalaman Weda sejak kecil, sederhananya membuat sebuah karya tulis (seperti cerpen, puisi, dan novel) hingga membuat sebuah wadah yakni aksara lakon dalam mengembangkan potensi generasi muda khususnya di Bali untuk gemar dan memiliki ketertarikan akan bahasa dan sastra (mencakup literasi dasar). Selain itu, mendukung program dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam menyukseskan bahasa Indonesia ke tingkat internasionalkan. Mengenalkan bahasa Indonesia dengan istilah baik dan benar, dapat dilakukan dengan mengenalkan kekayaan bahasa Indonesia dari diksi-diksi yang kita miliki untuk menambah kekaguman dan kebanggaan dalam menggunakan bahasa Indonesia.

Bagi Weda mengikuti pengalaman Duta Bahasa Provinsi Bali 2020 ialah sebuah kesan dan pengalaman untuk mampu mengembangkan potensi diri guna meraih prestasi setinggi-tingginya. Meskipun Weda terlibat aktif dalam kegiatan olimpiade atau akademik tapi dia berusaha untuk menyeimbangkan antara akademik dan nonakademik. Hal ini tentu bertujuan untuk bisa memberikan manfaat di lingkungan Weda berada dalam menerapkan konsep Tujuh Karakter Undhira yakni sebagai mahasiswa yang teladan dan unggulan.

“Mari bangga menggunakan bahasa Indonesia karena kita yang punya, kita gunakan dan kita bangga. Dalam konsep Tri Gatra Bahasa, Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing,” ujar Weda. (rls/Ngurah Budi)

 

To Top