Buleleng

Ini Keringanan yang Diberikan Perumda Air Minum Tirta Hita

Buleleng (cybertokoh.com) –

Sebanyak 5.316 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng mendapat keringanan pembayaran selama tiga bulan ke depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut Perumda Made Lestariana, Kamis (4/6).

Lestariana mengungkapkan dari data yang telah ditetapkan tersebut pelanggan yang mendapat keringanan adalah masyarakat yang tergolong pelanggan rumah tangga, dan pelanggan golongan kelompok 1 dan 2. Pemberian pembebasan atau keringanan pembayaran pelanggan dilakukan secara selektif dan tepat sasaran menyesuaikan dengan keuangan perusahaan.

Adapun kriteria pelanggan yang lolos seleksi merupakan pelanggan rumah tangga yang tercantum dalam Data Terpadu Kementrian Sosial. Dari 25. 697 pelanggan rumah tangga dengan 91.455 jiwa penduduk, pihak perumda telah melakukan konfirmasi kepada pihak desa tercatat 3.859 pelanggan yang menjadi pelanggan perumda. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi pelanggan terdapat 2.127 pelanggan yang sesuai dengan biling sistem. “Untuk pelanggan yang tercecer akan kami ajukan kembali pada keputusan Bupati berikutnya, ” jelasnya.

Selain pelanggan yang masuk dalam DTKS, pemberian keringan juga dilakukan terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). setelah dilakukan seleksi dengan kriteria masyarakat berpenghasilan rendah dengan listrik 450 VA dan belum memiliki jaringan listrik PLN maka diperoleh data 4.525 pelanggan yang memperoleh keringan. “Kami coba dulu kriteria pelanggan rumah tanga dengan listrik 450 VA karena dari 55 ribu pelanggan hampir 49 ribu pelanggan merupakan pelanggan rumah tangga, ” imbuhnya.

Pemberian keringanan pembayaran juga diberikan kepada golongan kelompok sosial I dan II sebanyak 1.332 pelanggan. “Pelanggan sosial ini yang termasuk hidrant umum, keran umum, sekolah dan tempat ibadah, ” paparnya.

Lestariana menegaskan bahwa jenis keringanan yang diberikan berupa keringanan abodemen dan bebab pemakaian 10 meter kubik. “Kenapa kami batasi? Hal ini untuk mengefisiensi pemakaian oleh pelanggan karena kalau kami gratiskan semua maka akan terjadi pemborosan pemakaian, ” jelasnya.

Sebelumnya Perumda telah mengeluarkan kebijakan pembebasan sanksi denda dan pembebasan penutupan aliran air karena keterlambatan pembayaran selama masa pandemi Covid-19. (Wiwin Meliana)

To Top