Buleleng

Ini Tanaman yang Cocok untuk Ketahanan Pangan Lokal

Buleleng (cybertokoh.com) –

Di tengah pandemi covid-19 yang telah terjadi beberapa bulan terakhir, semua lini kehidupan ikut terdampak. Tidak hanya kekuatan ekonomi masyarakat, tetapi ketahanan pangan pun ikut terdampak. Untuk tetap menjaga ketahanan pangan masyarakat, Petani Muda Keren berinisiatif untuk menghidupkan kembali budaya bertani di masing-masing desa. Hal tersebut diungkapkan koordinator Petani Muda Keren Anak Agung Wedhtama usai memberikan bantuan buah dan sayur fresh kepada PMI yang sedang menjalani karantina di Buleleng beberapa waktu lalu.

Pihaknya mengatakan  di tengah pandemi Covid-19 ada dua hal yang sedang masyarakat hadapi, ketakutan dan ketidakpastian. “Ketakutan akan virus dan ketidakpastian kapan virus ini akan berakhir, ” jelasnya.

Agung Wedha mengatakan pihaknya sudah mulai aktif mengajak para perbekel agar mengaktifkan kembali pertanian di desanya. Melalui Petani Muda Keren pihaknya telah mensuport bibit jagung ke beberapa desa salah satunya desa Tembok yang akan segera ditanam dalam beberapa waktu ke depan. “Daripada kita terus menunggu dan menunggu bantuan lebih baik kita mulai menanam untuk ketahanan pangan kita di masing-masing desa, ” jelasnya.

Lebih lanjut Agung Wedha menambahkan jika tantangan petani ke depan adalah peluang pasar. Dengan adanya Covid-19, petani akan kehilangan pasar untuk menyerap hasil pertanian untuk waktu yang tidak dapat diprediksi. “Tantangan kita agar hasil pertanian petani dapat diserap karena ke depan daya beli masyarakat semakin rendah dan peluang pasar seperti restoran dan hotel juga sudah tutup. Untuk saat ini kita tidak akan berbicara profit tetapi bagaimana petani dan masyarakat sama sama bisa bertahan, ” imbuhnya.

Disinggung soal mengapa jagung yang difokuskan untuk ditanam oleh petani, karena jagung memiliki masa panen yang singkat yaitu sekitar tiga bulan. Bahkan di musim kemarau dengan pengairan yang cukup selama sebulan jagung dapat tubuh dengan baik. Selain itu, komoditi jagung juga dapat hidup dan cocok di semua daerah di Kabupaten Buleleng. “Secara locus di Bali jagung dapat tumbuh dengan subur di semua daerah atau kabupaten di Bali, ” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top