Buleleng

Naker Migran Buleleng Dikarantina di Denpasar, Ini Alasannya

Buleleng (cybertokoh.com) –

Karantina terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng yang baru datang akan dilakukan di hotel wilayah Denpasar. Pemusatan ini dilakukan untuk lebih mengefektifkan dan mempercepat penanganan terhadap PMI tersebut.

Kebijakan baru tersebut diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng yang juga Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST saat ditemui di Kantor Bupati Buleleng, Rabu (6/5).

Agus Suradnyana menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan skema baru untuk penanganan para PMI yang baru datang. Para PMI yang datang melalui Pelabuhan Benoa, akan di tes swab langsung di atas kapal. Kemudian, sembari menunggu hasil swab, PMI akan diinapkan di hotel yang ada di Denpasar. Seandainya positif, akan dirawat di provinsi. Jika negatif akan dikembalikan ke daerah. “Untuk yang datang melalui bandara akan di rapid test terlebih dahulu,” jelasnya.

Kecenderungan hasil tes swab pada setiap orang bisa berubah-ubah. Pada tes swab pertama bisa negatif tapi pada tes kedua positif. Bahkan ada sampai empat kali bisa berubah. Oleh karena itu, GGTP Covid-19 Buleleng memutuskan untuk karantina PMI asal Buleleng di hotel wilayah Denpasar selama tujuh hari. Ini dilakukan mengingat Buleleng juga fokus pada penanganan transmisi lokal seperti di Bondalem dan daerah-daerah yang dicurigai lainnya. “Kita akan tempatkan para PMI asal Buleleng di hotel wilayah Denpasar demi efektivitas dan kecepatan penanganan,” ujar Agus Suradnyana.

Ia mengungkapkan prosedur yang akan dilakukan di Denpasar. Sambil menunggu swab sebanyak dua kali, para PMI dikarantina selama tujuh hari. Tes swabnya akan dilakukan dengan dua metode berbeda. PMI yang datang melalui Pelabuhan Benoa pindah ke tempat karantina yang sudah disediakan di Denpasar. Pada hari keenam akan di tes swab lagi. Kalau sudah hasil tes swab dua kali negatif, dipulangkan dan dianjurkan melakukan karantina mandiri. Untuk yang datang melalui bandara, pada hari kelima akan di tes swab. Setelah itu, pada hari ketujuh akan di tes swab lagi. “Karena hanya di rapid test, yang datang melalui bandara juga menunggu prosedur dua kali tes swab. Setelah hasil keduanya negatif baru boleh pulang,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

To Top