Buleleng

Hati-hati DBD Mengintai

Buleleng (cybertokoh.com) –

Selain harus waspada dengan Covid-19, masyarakat Kabupaten Buleleng juga harus berhati-hati dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DB) yang mengintai.

Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dikonfirmasi akhir pekan lalu mengatakan hingga akhir April 2020 terdapat 1.100 lebih kasus DBD di Buleleng. Sutjidra menyebutkan, dari ribuan orang yang didiagnosa terserang DBD empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Dengan adanya kasus ini, Sutjidra mengklaim, Dinas Kesehatan Buleleng sudah melakukan sejumlah antisipasi, berupa fogging dan menyebar abate (obat pembunuh jentik nyamuk) untuk memberantas sarang nyamuk. Ia juga berharap adanya kerjasama dari masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan memberantas sarang nyamuk dilingkungan masing-masing, dengan melakukan 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup) plus (menanam tanaman pengusir nyamuk seperti sereh dan pohon liligundi).

Masing-masing Kepala Keluarga (KK) wajib memantau jentik nyamuk di rumahnya sendiri, dan mengeliminasi agar jentik nyamuk tidak berkembang biak. “Kami selalu ingatkan akan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk, mengingat sekarang musim hujan banyak air tergenang sehingga banyak jentik-jentik yang hidup,” terangnya.

Disinggung terkait wilayah rawan, Sutjidra menyebut kasus DBD ini hampir merata terjadi di 9 Kecamatan yang ada di Buleleng. Namun jumlah pasien terbanyak, ada di Kecamatan Buleleng, Gerokgak, Banjar dan Tejakula. Kendati jumlah pasien sangat banyak, Sutjidra menegaskan jika hal ini bukan termasuk dalam Kasus Luar Biasa (KLB). “Kasus DBD ini hampir setiap tahun terjadi. Endemik, jadi menetap kasusnya. Kasus ini selalu diantisipasi saat musim pancaroba ini,” katanya. (Wiwin Meliana)

To Top