Buleleng

Subsidi Air Minum Masih Dikaji

Buleleng (cybertokoh.com) –

Berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah ditengah pandemi Covid-19 guna meringankan perekonomian masyarakat. Salah satunya pemberian subsidi air terhadap pelanggan PDAM selama pandemi. Di Bali terdapat dua wilayah yaitu Denpasar dan Badung telah menerapkan kebijakan tersebut.

Menurut Direktur Utama PDAM Buleleng I Made Lesatariana, kebijakan pemberian subsidi air minum belum diterapkan di Buleleng. Pihaknya akan segera mengkaji kebijakan tersebut dan bila memungkinkan akan segera diusulkan kepada Bupati Buleleng.

Lestariana memaparkan menurut Data Terpadu Kementrian Sosial (DTKS) dari 148 desa/kelurahan yang ada di Buleleng terdapat 69 desa/kelurahan yang wilayah pelayanan PDAM. 69 desa/ kelurahan tersebut terdiri atas 25 ribu KK, hanya saja pihaknya belum memiliki data pasti apakah semua KK tersebut menjadi pelanggan PDAM kabupaten Buleleng.

“Kami akan data dulu sehingga 25 ribu KK ini dapat kami usulkan sebagai penerima bantuan keringanan pembayaran kalaupun ada yang belum menjadi pelanggan kami, kami akan data sehingga mereka yang kurang mampu mendapat akses air minum dari kami, ” jelasnya.

Pihaknya menambahkan hingga Maret 2020 PDAM Buleleng memiliki 55 ribu pelanggan dengan 89 % merupakan pelanggan rumah tangga dan 2 % merupakan pelanggan sosial sehingga hampir 91% pelanggan merupakan pelanggan rumah tangga dan sosial. Untuk dapat memberikan keringanan pembayaran tentu harus dilakukan pengelompokan pelanggan melalui beberapa kluster baik dari penggunaan daya listrik maupun kluster yang lain. “Kalau daerah lain mereka telah memiliki 5 hingga 6 kluster, hingga saat ini di Buleleng belum menentukan kriteria pelanggan secara spesifik, ” jelasnya.

Lestariana mengungkapkan jika usulan kebijakan pemberian keringanan pembayaran disetujui akan melalui proses yang panjang dan tentu harus memperhatikan biaya operasional sehingga tidak membuat kerugian dalam perusahaan. (Wiwin Meliana)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top