Edukasi

Mari Ciptakan Pendidikan yang Aman, Nyaman, dan Harmonis

Jakarta (cybertokoh.com) –

Selamat “Hari Pendidikan Nasional”, sahabat perempuan dan anak! Untuk memperingatinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga hadir memberikan informasi terkait perlindungan anak untuk para tenaga pendidik dalam pelatihan “Daring bagi Guru Anggota PGRI Bali” yang dilaksanakan secara virtual.

Tahukah Anda, bahwa 30,1% penduduk Indonesia berusia anak? Maka dari itu penting bagi kita semua, untuk bertanggung jawab dalam pemenuhan hak anak. Dalam pemenuhan hak anak terkandung perlindungan dari segala kekerasan di mana pun, termasuk di sekolah.

Sayangnya, berdasarkan laporan KPAI pada tahun 2011-2019, terdapat 3.821 anak yang terlibat sebagai korban dan pelaku kekerasan di bidang pendidikan. Namun, tugas besar kita bukanlah saling menyalahkan dan menghukum satu sama lain, melainkan menciptakan sistem pendidikan yang aman, nyaman, dan harmonis bagi guru, orang tua, dan siswa.

“Berbicara pendidikan pada kondisi pandemi Covid-19 ini, saya apresiasi setinggi-tingginya kepada guru maupun orangtua yang tidak menjadikannya hambatan dan justru membuka cara baru dalam mendidik anak. Yakni belajar dari rumah,yang tidak kalah kreatif, efektif dan efisien dari pembelajaran formal di sekolah,” ujar Bintang Puspayoga.

Sejalan dengan kondisi ini, lanjutnya tentu perlu adanya pendampingan dari guru dan orangtua saat anak mengakses internet agar terhindar dari kekerasan berbasis online.

Dikatakannya bahwa pendampingan dari guru dan orangtua saat anak mengakses internet adalah ‘Kunci’ Literasi digital menjadi kebutuhan yang tak terlelakkan untuk guru, orangtua maupun anak.

Bintang Puspayoga juga berharap adanya dukungan dari PGRI Bali untuk mendorong seluruh , pengurus, guru dan anggota PGRI Bali berkomitmen untuk hijrah hati menuju sekolah ramah anak.

Selanjutnya, teruntuk para guru, Bintang puspayoga menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya telah mendidik anak-anak Indonesia selama ini. “Mari bersama-sama kita bersinergi agar seluruh anak Indonesia menjadi anak yang berkualitas menuju cita-cita Indonesia Layak Anak (IDOLA) Tahun 2030 dan Indonesia Emas Tahun 2045,” katanya. (Sri Ardhini)

To Top