Connect with us

Buleleng

Cerita Pasutri PMI, “Rapid Test” Positif, “Swab” Negatif

Published

on

Buleleng (cybertokoh.com) –

Pengalaman yang dilalui oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nyoman Erva Sastrawan dan Windy Tresna Gitayani untuk pulang ke rumahnya terbilang cukup panjang dan berliku. Pasutri asal Kelurahan Beratan itu sempat dinyatakan positif setelah melakukan rapid test Corona Virus Disease (Covid-19) lalu diisolasi setelahnya.

  1. Namun, beruntung kemudian mereka dinyatakan negatif dari 2 kali swab test sehingga selanjutnya mereka hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah mereka. Pengalaman tersebut dituturkan oleh Windy, Senin (27/4).

Mengawali ceritanya, Windy mengakui sempat mengalami syok dan kebingungan terutama setelah mendapat hasil positif dari rapid test di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng. Namun, oleh tenaga kesehatan yang menangani saat itu mereka diyakinkan untuk tetap optimis karena belum tentu memperoleh hasil yang sama pada swab test nantinya.

“Dia bilang Bu nggak usah panik, karena banyak kejadian yang seperti ini, rapid test-nya positif belum tentu hasil swabnya positif juga” ucap Windy menirukan perawat yang menanganinya.

Lanjut dituturkan, setelah menjalani rapid test Erva dan Windy dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Pratama Giri Emas untuk isolasi selama semalam sebelum menjalani 2 kali swab test. Swab test yang pertama dilakukan esok paginya lalu menunggu hasil hingga malam hari. Dari hasil tes tersebut Erva dan Windy dinyatakan negatif. Selang sehari mereka menjalani swab tes yang kedua dan hasilnya pun juga negatif. Alhasil karena Erva dan Windy sudah dinyatakan negatif Covid-19, mereka pun diizinkan pulang ke rumah untuk menjalani isolasi mandiri.

Advertisement

“Pas malam itu saya dan suami dinyatakan negatif, saya langsung menghubungi orang tua untuk menjemput karena keluarga yang melakukan penjemputan” imbuh Wendy

BACA  Ini Peran Mobil Calling dalam Penanganan Covid-19

Selama menjalani isolasi dan 2 kali swab test yang semuanya dijalani selama 3 hari 2 malam, Windy bersyukur dapat melalui semuanya dengan baik karena mereka mendapat pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan yang bertugas. Menurutnya para tenaga kesehatan yang menangani mereka sangat informatif dan senantiasa memberikan dukungan moril kepada mereka.

“Perawatnya baik-baik semua di sana, dan makanan pun kita bisa pesan apa yang kita mau selama baik buat kesehatan” kenangnya.

Selain itu, selama menjalani isolasi mandiri di rumah hingga kini Windy bersyukur pihak keluarga dan kerabat menerima mereka dengan baik dan senantiasa memberikan dukungan moril. Ia juga berterimakasih kepada Satuan Tugas Covid-19 Kelurahan Beratan yang telah sigap menangani mereka dan PMI lain di Kelurahan Beratan dengan baik.

Mengambil hikmah dari pengalamannya bersama sang suami, Windy berpesan kepada masyarakat yang memiliki kerabat atau tetangga PMI agar tidak memberikan stigma negatif kepada mereka. Karena menurutnya bagaimanapun para PMI itu adalah saudara yang memerlukan dukungan moril dari keluarga dan teman-temannya agar dapat menjalani masa isolasi dengan baik. Kepada para PMI yang menjalani isolasi, Ia juga berpesan agar mereka menjalani isolasi dan prosedur lainnya dengan taat dan disiplin. (Wiwin Meliana)

Advertisement

Buleleng

Gotong Royong Wajib Dikembangkan Saat Pandemi Covid-19

Published

on

Buleleng (cybertokoh.com) –

Pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini, memerlukan kerja sama semua pihak. Kerja sama ini diantaranya menerapkan protokol kesehatan dan sejumlah imbauan guna menghindari paparan Covid-19.

Edukasi dan sosialisasi dalam menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19 dan tata cara menghindari paparannya pun terus dilakukan TP PKK Provinsi Bali. Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersinergi dengan Ketua TP PKK Kabupaten se-Bali secara maraton melalui media elektronik, baik radio maupun televisi agar mudah dijangkau oleh masyarakat luas yang ada di Bali.

Edukasi dan sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat paham akan bahaya tertularnya virus Corona yang belakangan membawa varian baru. Selain itu, dengan edukasi dan pemahaman tentang apa dan bagaimana itu virus menularnya, maka masyarakat dapat memilah berita dan informasi yang sehat dan juga hoax. Edukasi dalam keluarga dapat dilakukan oleh orangtua khususnya seorang ibu, yang juga duduk sebagai kader PKK.

Advertisement

Hal ini disampaikan Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali berdampingan dengan Plt Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra saat mengisi dialog interaktif di Radio RRI Singaraja dan Radio Barong Singaraja, Kamis (26/8).

BACA  Dekranas Mitra Pemerintah Kembangkan Kerajinan

“Edukasi sangat penting untuk membangun pengetahuan terkait bahaya dan cara menghindari paparan virus yang sedang menyerang kesehatan. Seperti yang terjadi saat ini, sosialisasi dan edukasi tentang bahaya virus corona layaknya berantai dari satu orang ke orang lain yang ada di lingkungannya, sehingga informasi yang baik akan saling menularkan dengan tujuan mencapai pemahaman yang baik dan jauh dari kekeliruan, tidak mudah percaya dengan pemberitaan hoax,” ujar Ny. Putri Koster.

Selain itu, modal untuk menata kelola keuangan keluarga di tengah pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan bersama melakukan pengelolaan dan penataan halaman yang asri, teratur, indah dan nyaman (HATINYA) PKK yang terdiri dari sayur-mayur, bumbu dapur (bawang, cabai, jahe dan lain-lain) dan sebagian juga bisa ditanami bunga untuk keperluan upacara.

Peran TP PKK dalam memotivasi pertahanan perekonomian keluarga juga sinkron antara program PKK dengan pemerintah setempat. Karena paparan Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan fisik saja, namun juga secara tidak langsung menyerang kesehatan psikis.

Plt Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra menambahkan bahwa program yang dioptimalisasi untuk mengurangi paparan Covid-19 salah satunya dengan menumbuhkan rasa saling memiliki tanggung jawab bersama dan gotong royong antar satu dengan yang lain. Yaitu dengan mengajak kembali kepada kader TP PKK untuk membangkitkan perannya sebagai pelopor untuk memberdayakan masyarakat, yakni bagaimana melakukan gotong royong untuk diri sendiri, bergotong royong untuk menjaga keluarga, lingkungan dan menjaga Bali.

Advertisement

“Bersama kita bergotong royong menjaga lingkungan agar tetap bersih, karena Covid-19 takut dengan lingkungan yang bersih dan nyaman. Hal ini bisa kita tunjukkan dengan cara bagaimana kita menjaga barang-barang yang sering digunakan dan wajib untuk dibersihkan dengan hand sanitizer dan disinfektan. Selain itu pikiran juga harus bersih agar imun tetap tinggi, jangan sampai stress dan lakukan doa untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, ditambah banyak orangtua yang terdampak akibat pandemi Covid-19 dimana seorang bapak (sebagai kepala rumah tangga) tidak kerja, sementara anak-anak harus tetap sekolah sehingga seorang ibu memiliki tantangan untuk tetap maju dan wajib mulai menguasai digitalisasi dan melek teknologi,” imbuh Ny. Wardhany Sutjidra.

BACA  Ke Pasar Berbekal "Hand Sanitizer"

Ditambahkannya, hendaknya jangan semua berpikir bahwa hidup ini susah, namun mari gunakan tangan untuk menghasilkan uang melalui media sosial. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian rumah tangga dan perbanyaklah/sering melakukan pertemuan kecil dengan orang lain yang memiliki motivasi untuk maju.

Pada kesempatan ini, juga diingatkan bahwa vaksinasi bukanlah cara yang memberikan janji seseorang untuk tidak terjangkit Covid-19, namun dengan melakukan vaksinasi maka seseorang sudah memiliki imunitas yang lebih kuat daripada yang belum mendapatkan vaksin. Sehingga setiap orang tua harus mampu memberikan pemahaman kepada anggota keluarganya mengenai pentingnya dilakukan vaksinasi untuk kekebalan tubuh. Dengan begitu akan tumbuh herd immunity. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Buleleng

Ini Alasan Bupati Buleleng Belum Divaksinasi

Published

on

Buleleng (cybertokoh.com) –

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meminta masyarakat untuk tidak takut divaksin. Ini diperlukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui usai memantau jalannya vaksinasi Covid-19 untuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) yang dipusatkan di RSUD Buleleng, Rabu (27/1).

Agus Suradnyana mengatakan jika persyaratan sudah terpenuhi, masyarakat diharapkan mau dan segera mengikuti vaksinasi. Jika waktu sudah tersedia dan sudah terdaftar serta memenuhi syarat, masyarakat agar melaksanakan vaksinasi. Termasuk persyaratan usia di bawah 60 tahun. Vaksinasi tersebut diperlukan agar pemutusan rantai penyebaran Covid-19 dapat cepat tuntas. “Selain itu, agar pandemi ini cepat berakhir dan kita bisa beraktivitas normal kembali,” katanya.

Ia mengakui sangat ingin untuk divaksin. Namun, kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk menerima vaksin hari ini. Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini bersama Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna tidak lolos screening awal. Itu disebabkan karena tekanan darahnya masih tinggi. Sehingga tidak diizinkan menerima vaksin. Jika kondisinya sudah normal, dirinya akan mengikuti program vaksinasi. “Paginya saya sudah ukur tensi (tekanan darah) saya masih 170. Kalau sudah normal saya pasti menerima vaksin. Dalam waktu dekat. Jika dalam tiga hari sudah normal, hari itu juga saya divaksin,” ujar Agus Suradnyana.

Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa menjadi salah satu pejabat yang sudah menerima vaksin. Saat dikonfirmasi, Suyasa mengungkapkan tidak ada efek ikutan setelah disuntikkan vaksin. Observasi pun telah dilakukan terhadapnya selama 30 menit setelah penyuntikan. Hasilnya, tidak ada efek apapun yang dirasakan. “Saya hanya merasakan seperti dicubit saat penyuntikan. Setelah itu, tidak merasakan apa-apa. Ya saya berharap tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” ungkapnya.

BACA  I Made Subur: Bumdes Siap Pasarkan Cengkeh

Senada dengan Bupati Buleleng, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) ini juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu terhadap vaksin ini. Yakinkan diri bahwa vaksinasi ini merupakan cara yang tepat dari pemerintah untuk mencegah ataupun memutus penularan COVID-19. “Mulainya serentak di seluruh fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Dimulai dari pukul 08.00. Khusus untuk pejabat ini dimulai pukul 09.00. Tidak memerlukan waktu lama. Penyuntikan hanya beberapa detik. Observasi yang memerlukan waktu 30 menit,” pungkas Suyasa. (Wiwin Meliana)

Continue Reading

Buleleng

Buleleng Siapkan 22 Titik Tempat Vaksinasi Covid-19

Published

on

Buleleng (cybertokoh.com) –

Kabupaten Buleleng menerima jatah 3.590 dosis vaksin Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Hal itu disampaikan Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang juga Sekda Buleleng, Bali Gede Suyasa, Rabu (6/1).

Suyasa menjelaskan Buleleng jumlah tersebut akan digunakan untuk memvaksin tenaga kesehatan (nakes) yang ada. Baik itu di rumah sakit (RS) pemerintah maupun RS swasta. Termasuk klinik-klinik dan juga apotek yang ada di sana. Para pendukung seperti apoteker disebut dengan nakes pendukung. “Kita vaksin nakes dan nakes pendukung terlebih dahulu,” jelasnya.

Di Buleleng, tempat vaksinasi akan disiapkan sebanyak 22 titik. Seluruh puskesmas yang siap dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Nantinya, tenaga vaksinasi akan dibagi menjadi dua shift. Tenaga vaksinasi berjumlah 14 orang. Masing-masing shift berjumlah tujuh orang. Diharapkan semua nakes bisa divaksin. “Semua. Tidak ada pengecualian. Nakes di RS swasta dan RS pemerintah,” ucap Suyasa.

Advertisement

Suyasa mengatakan pendaftaran dilakukan melalui aplikasi. Sudah disiapkan aplikasi lalu dilakukan verifikasi. Nanti yang sudah masuk pendataan tersebut akan mengetahui lokasi vaksinasinya. Aplikasi tersebut akan langsung menyediakan lokasinya. Saat ini hanya menunggu jadwal yang pasti dari Pemprov Bali. Pemerintah kabupaten/kota menunggu jadwal pendistribusian vaksin. “Sifatnya kita masih menunggu jadwal,” katanya.

BACA  Tokoh Edisi 1050

Sebelumnya, sembari menunggu kedatangan vaksin, fasilitas penyimpanan vaksin Covid-19 dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Gudang farmasi milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng akan dijadikan tempat penyimpanan tersebut.

“Pengalaman sebelumnya, kita biasanya lebih banyak menyimpan untuk kegiatan vaksin lainnya. Tidak terlalu sulit saya rasa. Karena jumlahnya 3.500an dosis,” pungkas Suyasa. (Wiwin Meliana)

Advertisement
Continue Reading

Tren