Connect with us

Sosialita

Putu Astiti Saraswati: Saling Menginspirasi dan Menguatkan

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, dan demi turut dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Toya Devasya Natural Hot Spring, secara operasional tutup sejak 23 Maret 2020 . “Semula kami tutup hanya sampai 5 April, namun melihat himbauan pemerintah akhirnya kami perpanjang sementara ini sampai dengan 31 Mei,” ujar Putu Astiti Saraswati, CEO Toya Devasya yang biasa dipanggil Ayu ini.

Karena penutupan operasioanl yang diperpanjang, ditambah lagi suasana yang belum pasti ini, tak bisa dimungkiri kadang kita merasa tidak nyaman. Karena itu, Ayu merasa perlu mencari inspirasi agar tetap positif. “Disamping itu agar kita juga bisa menjalankan hari–hari 2 selama di rumah saja ini dengan mindset bahwa akan ada titik terang di ujung terowongan,” ujarnya.

Menurut Ayu, dirinya menghadirkan “Instagram Live”, tujuannya untuk saling menginspirasi dan menguatkan. Kita tidak sendirian mengalami semua ketidaknyamanan dan ketidakpastian ini. Ayu yakin, jika kita menjalaninya dengan positif, hasilnya akan positif juga. “Masa-masa ini sayang juga jika hanya dilalui begitu saja. Buat saya ini saatnya kita merefleksi diri dan melakukan hal-hal yang selama ini ingin dilakukan tapi selalu berlindung dibalik kesibukan,” katanya.

Advertisement

Dikatakan oleh Ayu, untuk narasumber yang dipilih adalah mereka yang kegiatannya di luar dunia pariwisata dan usahanya masih bisa berjalan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Ayu juga mengaku senang dengan sambutan yang cukup positif, baik dari sisi yang mendengar, mengikuti IG Live–nya maupun narasumbernya. “Durasi acara live kami berkisar 30-45 menit. Mungkin pembaca CyberTokoh ada ide untuk narasumber berikutnya, kami akan senang sekali menerimanya. Mari kita berbagi inspirasi,” ungkap Ayu. (Sri Ardhini)

BACA  Maggha Karaneya Kang: Mendukung dengan Membagi Kasih

Sosialita

Beradaptasilah dengan Gaya Hidup

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Pandemi Covid-19 membuat semua melakukan adaptasi terhadap kebiasaan baru. Aturan yang dikeluarkan pemerintah, khususnya terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun membuat pemilik usaha harus melakukan penyesuaian.

Malika Jiwaji, GM Cellular World menuturkan pihaknya berusaha mengadaptasi antara perubahan yang ditetapkan oleh Pemerintah, dan juga berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada customer. “Kami berkomitmen untuk menerapkan prokes yang ketat dan membuka toko lebih pagi. Per tanggal 1 Februari kami buka dari pukul 08.00 sampai dengan 20.00. Bagi yang tidak bisa ke toko, kami punya website www.cworld.id dimana customer bisa melakukan pembelian dan barang bisa diantarkan dan di-setting di rumah. Melalui website juga dapat booking janji temu ke teknisi jika handphone rusak atau mengalami masalah,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Malika dan timnya selalu berusaha untuk memberikan solusi terbaik untuk gadget kepada anak sekolah dan yang bekerja dari rumah. Jika harus datang ke toko, ia memastikan menjalankan prokes dengan sebaik-baiknya, untuk melindungi kesehatan konsumen dan karyawan.

Advertisement

“Penerapan prokes yang dilakukan di Cellular World untuk karyawan dan konsumen berjalan dengan teratur. Berawal dari pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area toko, mencuci tangan, memastikan karyawan dan customer yang masuk menggunakan masker, menyemprotkan disinfektan ke meja handle sebelum dan sesudah meng-handle customer dan tidak lupa menjaga jarak dengan customer satu dengan lainnya minimal 1 meter,” ujar perempuan yang hobi bersepeda ini. Ia menambahkan karyawan juga diberikan vitamin dan menjalankan step challenge guna meningkatkan imun tubuh mereka.

BACA  Selenggarakan Seminar “Valentine Day”: BPR Kanti Bekerjasama dengan Lady Lawyers Bali

Istri Danish Musthafa ini melihat selama pandemi Covid-19 ada perubahan kebutuhan customer. “Gadget sudah dibutuhkan oleh semua orang tidak terbatas umur. Spesifikasi handphone yang semakin tinggi cenderung lebih murah dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Kreativitas rumahan semakin meningkat karena ruang gerak masyarakat semakin terbatas. Kesehatan menjadi prioritas utama dalam kehidupan. Masyarakat akan beradaptasi pada keadaan yang ada dan pasti kita akan bisa melaluinya bersama,” ungkap ibu dua putri ini.

Malika pun memberikan kiat menghadapi masa pandemi, antara lain menabung jika memungkinkan, beradaptasi dengan gaya hidup yang ada, Tidak boleh berhutang demi gaya hidup, kreatif mencari peluang dalam berusaha dan dalam membantu sesama, support local bussines, mengikuti perubahan yang ada,tanpa membebani diri sendiri, selalu berdoa kepada Sang Pencipta, dan berusaha selalu berpikir positif.

Terkait Ingat Pesan Ibu 3M, Malika menegaskan pihaknya sudah menerapkan hal tersebut. Mencuci tangan, dengan menyediakan tempat cuci tangan di tempat yang strategis yang mudah dijangkau. Di beberapa titik juga menyediakan handsanitizer. Memakai masker, dengan mewajibkan semua karyawan dan customer yang datang ke toko untuk memakai masker. Menjaga Jarak, setiap karyawan dan customer selalu menjaga jarak pada saat berada di dalam toko. Apabila ada salah satu anggota yang sakit, anggota keluarga yang lain juga harus menjaga jarak. (Ngurah Budi)

BACA  Dicari, Relawan Penanganan Covid-19

Advertisement
Continue Reading

Sosialita

Tetap Sehat dan Kreatif saat Pandemi Covid-19

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Menghadapi pandemi Covid-19 ini sebaiknya kita tetap harus waspada dalam kehidupan sehari-hari. Tetap memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak di mana pun kita berada dan dengan siapa pun. Karena kita tidak pernah tahu siapa yang membawa bibit Covid-19. “Tetap jaga kesehatan dan yang terpenting, tetaplah kreatif,” ungkap Helga Riftiana, S.E., yang akrab disapa Helga Rif.

Perempuan yang juga penulis novel ini menuturkan sudah mengaplikasi Pesan Ibu Ingat 3M di lingkungan keluarga. “Kami lumayan ketat menerapkan proses karena kami tinggal dengan orang tua yang usia lanjut. Jadi setiap datang dari bepergian, harus cuci tangan sebelum masuk rumah. Mencuci atau membuang masker yang telah digunakan dan tetap menjaga jarak jika ada tamu yang berkunjung,” ungkap istri dari Bagus Sakaputera dan ibu dari Arkana Putera Saka dan Arkananta Putera Saka ini.

Selama pandemi Covid-19 ini, Helga yang juga model dan atlet tembak ini tetap menjaga imun dengan berolahraga. Senam pilates menjadi pilihan olahraga di ruangan. Untuk olahraga di luar ruangan, Perempuan Inspiratif Tokoh Tahun 2015 ini bersepeda bersama keluarga. Satu hal yang juga tetap ia lakukan adalah menulis novel.

Advertisement

“Saat saya menulis novel biasanya di malam hari saat semua aktivitas sudah selesai. Anggota keluarga juga tahu betul bahwa saya membutuhkan konsentrasi yang tinggi, sehingga mereka menjaga privasi saya untuk tidak ribut atau mengganggu saya. Anak-anak dan suami juga sangat membantu dalam pekerjaan sehari-hari di rumah,” ungkap penulis yang sudah menghasilan sembilan novel ini, Gara-Gara Irana Jadi Arini (2007), Menemukanmu: dalam sebuah kisah cinta (2011), Kepingan Cinta Lalu (2012), Melepaskanmu: Cerita Cinta yang Lain (2013), First Love (2014), DI Bawah Langit yang Sama (2015), Let Me Love You (2017), Rahasia Duma (2019), Grab Me If You Can (2020).

BACA  Selenggarakan Seminar “Valentine Day”: BPR Kanti Bekerjasama dengan Lady Lawyers Bali

Novel Grab Me If You Can merupakan novel yang bergenre dewasa. Helga beralasan, saya suka membaca novel bergenre dewasa dengan masalah yang lebih kompleks. Lagipula novel genre dewasa di Indonesia tidak terlalu banyak. Jadi ia ingin membuat sesuatu yang berbeda. Novel ini menceritakan Mina dan arti cinta adalah sebuah rasa nyaman, damai, dan saling melengkapi. Hingga dia bertemu dengan Tomi, pria asing di sebuah perkemahan saat berlibur dengan anaknya. Naluri wanitanya memberontak keluar, membuatnya tidak mengerti akan siapa dirinya selama ini. Dia menginginkan Tomi. Tetapi Mina tidak berani berharap lebih, hingga sebuah peristiwa membawa mereka kembali bersama dan mengabaikan semua alarm yang bertalu-talu di kepala mereka.

“Ada tantangannya bagaimana saya harus menuliskan adegan dewasa dengan cara yang menarik, tidak vulgar, dan manis. Tidak terlalu banyak kendala dalam menulis novel “Grab Me If You Can” karena apa yang ada di dalam novel tersebut sejatinya sering kita alami di kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Ke depan , Helga yang mengaku hanya seorang ibu rumah tangga yang suka galau kalau tidak ada makanan di malam hari sebelum menjelang tidur tetap ingin menulis novel dengan tema romance. (Ngurah Budi)

BACA  Desa Bondalem "Naur Sangi", Ini Kata Bupati Buleleng

Advertisement
Continue Reading

Sosialita

Ny. Putri Suastini Koster: Berikan Ruang untuk Perempuan Wujudkan Kesetaraan Gender

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Ketua Tim Penggerak PKK Prov Bali Ny. Putri Suastini Koster hingga kini tak henti-hentinya menggaungkan wacana kesetaraan gender bagi kaum perempuan. Seperti halnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali, Ny Putri Koster menekankan pentingnya peranan perempuan dalam lini kehidupan sehingga peran dan fungsi perempuan harus selalu diperhatikan.

“Berikanlah ruang di manapun itu, baik rumah tangga, tempat kerja dan masyarakat untuk perempuan menunjukkan eksistensinya, sehingga cita-cita kesetaraan gender bisa terwujud,” ujarnya dalam siaran pers Humas Pemprov. Bali terkait webinar yang diselenggarakan oleh IBI Prov Bali dengan tema ‘Memaknai Hari Ibu di Dalam Mencegah Kekerasan dan Praktik P2GP’ dari kediaman Gubernur Bali, Jayasabha.

Dalam kesempatan tersebut, pendamping orang nomor satu di Bali ini menyatakan bahwa peranan perempuan sejak dulu sudah berjalan seiringan dengan peran laki-laki dan saling melengkapi. “Hal itu bisa dilihat dalam kehidupan berumah tangga, masyarakat dan terutama di Bali dalam kehidupan beradat serta beragama,” ujarnya. Peranan seorang perempuan terutama ibu tidak bisa dilepaskan begitu saja. Ia menambahkan, meskipun sudah berjalan dengan baik, apresiasi terhadap perempuan terutama ibu sangatlah penting.

Advertisement

Ny. Putri Koster menambahkan, seperti hadirnya webinar kali ini yang tujuannya juga mengapresiasi para perempuan terutama ibu, dirasa sangat bermanfaat. Apalagi webinar kali ini mengangkat tema yang sangat penting yaitu tentang praktik ‘Pemotongan dan Perlukaan pada Genital Perempuan’ (P2GP). “Terus terang sebagai Ketua TP PKK saya baru mendengar tentang praktik ini, dan setelah saya pelajari ini sangat berbahaya bagi kesehatan perempuan, sehingga perlu dicegah,” imbuhnya.

BACA  Desa Bondalem "Naur Sangi", Ini Kata Bupati Buleleng

Selain itu, praktik tersebut juga tidak sesuai dengan upaya semua pihak dalam melindungi hak-hak para perempuan. Untuk itu, ia mengajak para peserta webinar untuk benar-benar menyimak paparan para narasumber. “Saya ingatkan untuk menyimak dengan baik webinar kali ini kemudian berperan aktif mensosialisasikan tentang bahaya sunat perempuan kepada masyarakat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sosialisasi bisa dilakukan melalui media sosial ataupun di lingkungan masing-masing.

Ia menilai perlindungan hak dan upaya kesetaraan gender tidak hanya bisa dilakukan oleh golongan tertentu saja, namun memerlukan peran aktif semua pihak agar cita-cita dalam mensejahterakan perempuan bisa terwujud. (Ngurah Budi)

 

Advertisement
Continue Reading

Tren