Sosialita

Ida Ayu Tri Rasmiwinari: Memimpin dengan Sentuhan Keibuan

Denpasar (cybertokoh.com) –
Memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4), Tokoh mewawancarai Kepala BPD Bali Cabang Renon, Ida Ayu Tri Rasmiwinari , S.E., M.M. Ia pun menuturkan bagaimana ia memotivasi tim kerjanya ditengah-tengah pandemi Covid-19.

Saat ini tak ada seorangpun yang terlewat dari dampak pandemi Covid-19. Sebagai bank milik pemerintah daerah mereka tetap beroperasi melakukan pelayanan pada masyarakat. “Untuk operasional kami saat ini, kasir tutup pukul 14.00 wita dan kantor tutup pukul 16.00. Dalam bekerja kami wajib melaksankan tugas dengan mematuhi protokol kesehatan demi ikut memutus penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Selanjutnya, agar tim kerjanya bisa bekerja dengan tenang dan nyaman, Bu Dayu begitu ia biasa dipanggil, mengatakan yang pertama ia lakukan adalah memastikan kesehatan seluruh karyawan. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 ini kita belum tahu kapan akan berakhir. “Kami tiap hari memantau kondisi kesehatan mereka, diantaranya dengan memberikan vitamin dan susu,” katanya.

Sementara bagi petugas marketing, mereka dilengkapi pula dengan APD ketika harus keluar dan bertemu dengan klien. Bagi karyawan yang bertugas di front office yang juga langsung melayani klien, selain menggunakan masker juga dipasang sekat mika. Begitu juga dengan masyarakat yang datang diatur jaraknya dan wajib mencuci tangan mencuci tangan terlebih dahulu untuk selanjutnya dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan termometer tembak atau infrared termometer.

Tidak hanya sampai di situ, sebagai pemimpin sekaligus seorang ibu, ia pun tak sungkan merangkul tim kerjanya dengan bahasa kasih. Betapa tidak setiap pagi Bu Dayu memotivasi dan mengajak mereka untuk selalu semangat serta mengawali hari dengan bersyukur. Begitu juga pada malam harinya tak lupa ia mengingatkan untuk berdoa. Menurutnya Bu Dayu yang sudah 31 tahun mengabdi di BPD ini, dengan bersyukur maka jiwa akan lebih bersih sehingga memancarkan energi postif dan tentu hal ini menjadikan mereka melakukan tugasnya dengan ikhlas.

Lebih lanjut Bu Dayu mengatakan, bahwa jika dilihat dari kacamata lainnya situasi ini juga menjadikan secara tak sadar masyarakat sudah diedukasi mengenai teknologi dan produk digital. Semua sekarang sudah terbiasa mendengar zoom, dan anak-anak sekolah dan kuliah belajar on line melalaui video conference. Semua belanja online mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan tersier. Karena itu pula, BPD Renon dalam melakukan pemasaran programnya menyasar kalangan milenial, sebab mereka nanti yang akan menerangkan ke orangtuanya. (Sri Ardhini)

To Top