Sosialita

dr. Laksmi Duarsa: Berbagi Itu Indah

Denpasar (cybertokoh.com) –

Dokter spesialis kulit yang satu ini memang dikenal sangat senang bergerak untuk melakukan aksi sosial. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia termasuk negara kita Indonesia ini. Ia pun tak bisa berdiam diri. Langkahnya pun tak terbendung untuk berbagi.

Pemilik nama lengkap dr. Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK., ini dengan sigap secara pribadi berbagi alat pelindung diri (APD) seperti face shiled juga masker kain. Disamping itu, ia juga sempat “menodong” beberapa kerabat hingga rekan-rekannya para Alumni Gajah Mada (Kagama). Dan, menurutnya berhasil mengumpulkan APD, yang segera pula disalurkan untuk para medis di Puskemas maupun ke Rumah Sakit, diantaranya ke RS Surya Husada, Puskesmas Pekutatan dan RS Negara.

Ketika ditanya tips untuk menjaga kesehatan selama pandemi Covid-19 ini, dr. Laksmi mengatakan bahwa yang paling tepat adalah mengikuti ajuran pemerintah, yakni bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. “Jika harus keluar rumah jangan lupa mengenakan masker. Bagi masyarakat umum cukup dengan masker kain. Dan ketika pulang ke rumah jangan lupa mencuci tangan dengan sabun, sebab corona adalah virus yang mudah rusak dengan sabun. Selanjutnya juga mencuci kaki dan atau bagian tubuh yang tidak tertutup pelindung,” katanya.

Selain itu, untuk ikut bersama mencegah penyebaran Covid-19, jangan lupa untuk selalu melakukan “social distancing” atau menjaga jarak. Juga menghindari kegiatan berkumpul. “Karena kondisi pandemi ini, maka kita anggap semua sebagai orang dalam pemantauan (ODP), sehingga sebisa mungkin jangan kontak dengan orang lain, dengan tetap diam di rumah,” ujarnya.

Sementara untuk para dokter, mengurangi jam praktik kecuali emergency. Dan, pada saat praktik mesti memakai APD yang lengkap, mulai dari baju APD, masker, face shield, tutup kepala, handschoen, rajin cuci tangan dengan sabun, perlakukan pasien dan pengantarnya sebagai ODP. Sebab ada juga pasien tidak jujur saat dianamnesa. Ini merupakan risiko bagi para dokter. Tingkat severitynya lebih berat pada usia 60 tahun ke atas karena daya tahan tubuh yang menurun. Apalagi kalau ada co morbid lain (penyakit sebelumnya, seperti DM, Auto Imun, PPOK, asma, minum obat kanker hingga kelelahan bekerja.

Selain itu, dr. Laksmi juga mengajak kita semua terus semangat untuk saling bantu, bergotong -royong, serta semangat pula berupaya melawan Covid -19 , serta tak lupa berdoa kepada Tuhan agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan. (Sri Ardhini)

To Top