Mozaik

Sat Pol PP Denpasar Pulangkan 16 Orang

Denpasar (cybertokoh.com) –

Sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai dengan amanat Perda Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2015, serta peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19, Sat Pol PP Kota Denpasar mengambil langkah tegas.

Sebagaimana penanganan terhadap 16 orang dengan “Keterlantaran Sosial“ yang terdiri atas anak punk dan pekerja seks komersil yang ditemukan di kawasan Kota Denpasar tanpa mengantongi identitas yang jelas serangkaian sidak beberapa hari belakangan ini. Langkah tegas pun diambil dengan memulangkan yang bersangkutan ke daerah asal pada Rabu (15/4).

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi menjelaskan Pol PP Kota Denpasar secara rutin terus menggelar monitoring dengan menyasar seluruh wilayah Kota Denpasar. Hal ini, sebagai wujud nyata a meminimalisir gangguan keamanan, ketertiban masyarakat serta sebagai upaya penegakan Perda No 1 Tahun 2015 pasal 32 tentang ketertiban umum dan kegaduhan, terlebih saat ini Kota Denpasar berstatus tanggap darurat Covid-19

“Kami akan terus melaksanakan penertiban ini hingga masyarakat menyadari bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan saat ini juga kami sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini juga masih banyak aktivitas masyarakat yang belum taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga untuk memberikan efek jera ke 16 pelanggar ini langsung dipulangkan ke daerah asal yang sebagian besar dari luar Bali.

“Kami mengmbil langkah tegas, yang disesuaikan dengan imbauan tidak pulang kampung. Hari ini kita pulangkan ke daerah asal, hal ini karena di Denpasar mereka belum memiliki pekerjaan yang jelas dan hanya menggelandang,” paparnya.

Dewa Sayoga menambahkan, Sat Pol PP Kota Denpasar sebagai penegak perda tidak melarang orang mencari rejeki di Kota Denpasar. Kendati demikian, apa yang menjadi aturan, khususnya ketertiban dan keamanan masyarakat harus di taati bersama-sama.

“Selain itu, sebelum ke Denpasar harus dipastikan tujuan dan pekerjaan yang akan diambil. Sehingga kedepanya keinginan untuk mendapatkan rejeki tidak justru menimbulkan gangguan kamtibmas dan masalah sosial,” ujarnya. (Sri Ardhini)

To Top