Inspirasi

Ada Hikmah dari Pandemi Covid-19

Badung (cybertokoh.com) –

Sejak 1 Januari 2020,  Angga Sari dipromosikan pimpinannya sebagai Kepala Seksi Kedaruratan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Badung. Sekarang sudah 3 minggu saya siaga di Posko Covid-19 Badung. Begitu disampaikan Angga Sari saat di hubungi Tokoh, Selasa (14/4).

Perempuan yang juga dikenal sebagai seorang desainer ini, hampir 3 minggu dirinya tidak pernah nyentuh buku gambar dan pensil. Karena antara pekerjaan dan usahanya rada bertentangan.”Namun, saya justru bersyukur dengan pekerjaaan ini, kami jadi memiliki kesempatan membantu petugas garda terdepan dengan membuatkan alat pelindung diri (APD) overall dan masker. Jujur keadaan saat ini, benar-benar membuat hati saya ingin bergerak untuk ibu pertiwi,’ ujarnya perlahan

Menurut Angga, sebelum produk APD gencar di Bali, ia sudah bereksperimen membuat overall dengan melihat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ia tahu pasti barang dan bahannya akan langka mengingat semakin banyaknya permintaan.

Saat ini, kata Angga tugasnya adalah sebagai salah seorang anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung dan ditempatkan di Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasional). “Setiap hari, diantaranya saya harus mendata jumlah kasus kumulatif ODP, PDP, OTG, Pencegahan dan penanganan, pendataan santri masuk dan pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang,” katanya.

Bicara pengalamannya bekerja di tengah serangan wabah Covid-19 , Angga mengatakan bahwa yang paling berkesan ketika harus menugaskan pasukan reaksi cepat untuk mengangkat jenazah yang diduga meninggal karena Covid -19. “Saat itu APD belum sebanyak saat ini, sementara jenazah yang meninggal menunjukkan gejala-gejala Covid-19. Padahal kami belum mendapat edukasi bagaimana cara memakai dan melepaskan APD. Jadi saya memutuskan untuk tidak memerintahkan para petugas mengambilnya. Mereka juga ketakutan karena memang kami juga belum memiliki APD,” kenangnya.

Hal itulah, lanjut Angga membuatnya jengah hingga akhirnya bereksperimen membuat APD , mulai dari tidak mengerti sampai jadi paham. “Hikmahnya hari ini saya diminta membuat 5000 APD, sumbangan dari perusahaan terbuka untuk pemerintah,” ujarnya sembari menambahkan bahwa dirinya juga sedih dan agak susah dengan harga bahan yang meroketnya tidak tanggung-tanggung. “Pemerintah perlu ikut mengontrol harga bahan pokok untuk APD dan yang lainnya,” pungkasnya. (Sri Ardhini)

To Top