Buleleng

Desa Bukti Siapkan Hotel untuk Karantina

Buleleng (cybertokoh.com) –

Desa-desa di Kabupaten Buleleng sudah mulai menyiapkan tempat isolasi untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri dan para pelaku perjalanan daerah transmisi lokal. Ada yang menggunakan sekolah, hotel, hingga villa sebagai tempat isolasi oleh desa-desa di Buleleng.

Hal ini dilakukan sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng yang menghimbau agar para Perbekel menyiapkan tempat isolasi di desa masing-masing. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Sesuai instruksi yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Buleleng Nomor 140/266/SE/DPMD/2020 yang terbit pada tanggal 10 April 2020 itu, tempat isolasi bisa menggunakan gedung SD, hotel atau villa yang bisa disewa, dan gedung Pemerintah Desa. Nantinya, PMI yang baru datang langsung ditempatkan di tempat isolasi selama 14 hari. Untuk keperluan logistik, nantinya akan ditanggung oleh desa masing-masing.

Salah satu desa yang sudah menyiapkan tempat isolasi yakni Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan. Satgas Gotong Royong dan Satgas Relawan Desa Bukti telah menyewa salah satu hotel yang ada di Desa Bukti, Dusun Sanih, Kecamatan Kubutambahan untuk dijadikan tempat isolasi. Dipilihnya hotel tersebut, untuk mempermudah melakukan pengawasan terhadap para PMI yang diisolasi.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Desa Bukti I Made Suparta, saat dikonfirmasi, Senin (13/4). Ia menjelaskan, hotel ini disewa dengan harga murah yaitu hanya 50 ribu rupiah per hari. Didapatkan harga murah ini dikatakannya, pemilik hotel sangat peduli dan antusias untuk membantu pencegahan penyebaran covid-19 di Desa Bukti.

“Pihak hotel sangat peduli dengan warga di Desa Bukti sehingga pihak hotel memberikan harga murah. Tapi nanti untuk makan dan keperluan lainnya akan disiapkan oleh desa, ” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) I Made Subur, SH mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring ke seluruh desa yang memiliki warga bekerja di luar negeri. Made Subur mengatakan, hampir seluruh desa sudah menyiapkan tempat isolasi. Namun, ia mengatakan, desa-desa harus menyiapkan teknis penanganan PMI yang diisolasi.

“Hasil dari monitoring, desa-desa belum menyiapkan petugas dan SOP untuk yang mengawasi tempat isolasi. Jadi yang menjaga benar-benar profesional, ” Katanya.

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp, OG juga menghimbau kepada masyarakat PMI untuk suka rela melakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh desa masing-masing. Wabup Sutjidra mengungkapkan, dibuatnya tempat isolasi di masing-masing desa merupakan keputusan mutlak untuk mempermudah pengawasan.

“Kalau diisolasi di rumah masing-masing kan susah diawasi, sedangkan selama 14 hari masih bisa terjadi transmisi dari PMI ini,” jelasnya. (Wiwin Meliana)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top