Buleleng

Ini Kisah Perawat di Buleleng yang Terpapar Covid-19

cybertokoh.com – Terpapar Covid-19 menjadi risiko besar bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19. Hal tersebut juga dirasakan oleh I Gusti Ayu Agung Melyani wanita berusia 33 yang telah 10 tahun menjadi seorang perawat.

Sejak diterimanya pasien covid-19 pertengahan Maret, ia mendapat tugas untuk merawat PDP di ruang isolasi Lely RSUD Buleleng. Sehingga mau tidak mau, Melyani bersama rekan-rekannya harus bersedia merawat pasien virus corona. Terlebih, pengalaman yang dimiliki juga sudah cukup matang.

Saat itu pula, Melyani juga memutuskan untuk berpisah sementara waktu dari suami dan keluarganya. Ia memilih untuk tinggal sendiri, di sebuah rumah kontrakan kawasan Kecamatan Buleleng, karena khawatir dapat menularkan virus corona kepada orang-orang yang ia cintai.

Selang beberapa hari kemudian, jumlah PDP di RSUD Buleleng mulai bertambah. Hingga pada hasil lab menunjukan ada satu pasien yang positif terinfeksi virus corona. Dia adalah PDP 03, pekerja kapal pesiar yang sempat berlayar di Italia.

Mengetahui hal tersebut, pemerintah pun langsung mengecek kondisi seluruh petugas medis yang betugas di ruang Lely RSUD Buleleng, serta kepada masyarakat yang sempat melakukan kontak dengan PDP 03.

Hasilnya, ada tiga orang yang dinyatakan terpapar virus corona, karena sempat melakukan kontak dengan PDP 03. Mereka adalah Melyani bersama satu orang bidan yang juga bertugas di ruang isolasi RSUD Buleleng, serta satu orang sopir yang sempat menjemput PDP 03 di bandara. “Padahal saya tidak batuk, flu dan demam. Saya kabarkan ke suami dan keluarga bahwa saya positif. Mereka sempat kaget. Saya sudah berusaha menjaga agar tubuh tetap bersih, setiap hari sampai lima kali mandi dan keramas, tapi akhirnya bisa terinfeksi juga. Saya dan keluarga bisa menerima, karena ini sudah jadi risiko pekerjaan,” ucap Melyani saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (6/4).

Setelah divonis positif corona, praktis Melyani juga harus dirawat di ruang isolasi RSUD Buleleng. Ia dirawat bersama tiga pasien positif lainnya, yakni PDP 03, PDP 06 dan PDP 07. “Di ruang isolasi kami saling support. Petugas medisnya juga kami bilang harus semangat, jangan takut. Selama di ruang isolasi kami diberikan treatment dan vitamin,” terangnya.

Selang satu minggu menjalani perawatan, kabar baik diterima oleh Melyani, bersama PDP 06 dan PDP 07. Berdasarkan swab yang dua kali dilakukan, ketiganya dinyatakan telah sembuh alias negatif dari virus corona. Melyani pun pulang pada Sabtu (4/4) malam kemarin. Namun ia tidak dijemput oleh keluarga. Melainkan diantar oleh rekan kerjanya, dengan alasan masih harus menjalani isolasi mandiri selama satu minggu di rumah kontrakannya. (Wiwin Meliana)

To Top