Edukasi

Sinyal Jadi Salah Satu Kendala Belajar Online

cybertokoh.com – Saat ini kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara online. Bahkan karena semakin mewabahnya Covid–19, belajar secara online pun diperpanjang sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Terkait hal ini, Tokoh menghubungi Kepala Sekolah SD Cerdas Mandiri DCC, Santy Shandy Nurany.

Menurutnya sehubungan adanya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran virus Desease (Covid-19) tanggal 24 Maret 2020. Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Denpasar No. 420/1396/SE/2020 dan Surat Perpanjangan Waktu Siswa Belajar di Rumah oleh Dinas Pendidikan Kota Denpasar tertanggall 27 Maret 2020 . Pihak sekolah mengadakan Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) dengan menggunakan Google Classroom, Whatsapp dan video call.

“Bahkan kami juga menggunakan Aplikasi Zoom untuk memberikan tugas dan penjelasan singkat mengenai materi pada hari tersebut. Sehingga komunikasi tetap berjalan meski menggunakan sistem daring,” kata Bu Santy.

Dikatakan oleh Bu Santy, memang secara penyampaian materi, dengan tidak menggunakan cara konvensional tidak bisa banyak memberikan materi. Dengan sistem daring, hanya materi-materi yang sulit baru bisa kami buatkan video pembelajarannya. “Sedangkan materi yang sekiranya mudah bisa dibantu orangtua siswa. Namun tetap apabila ada kendala, dipersilahkan untuk bertanya via WA/VC langsung dengan gurunya,” terang Bu Santy.

Tugas siswa dikerjakan via Google Classroom dan siswa bisa melihat berapa skor nilai yang didapat. Tidak hanya tugas berupa soal saja yang diberikan guru, tapi juga berupa tugas-tugas rumah seperti: membantu orangtua selama di rumah, diantaranya kegiatan berjemur, dan membersihkan rumah. Aktivitas ini untuk pembentukan karakter siswa. Sehingga tidak terkesan tugas yang memberatkan orangtua dan siswa.

Ia pun memperlihatkan salah satu contoh pelaporan kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan SD DCC kepada Dians Pendidikan Kota Denpasar. Misalnya kegiatan pada Rabu, 1 April 2010 untuk kelas 1 A, berupa pembagian tugas kegiatan di rumah , yakni siswa membantu pekerjaan orangtua di rumah, dilengkapi dengan foto. Kalaupun ada kesulitan, solusinya dengan memberikan penjelasan melalui voice note di WA.

“Sedangkan untuk kelas 1 B, misalnya anak-anak membuat karya dari daun. Menggambar pola daun dan mewarnainya sesuai kreativitas masing-masing. Di sini mereka bisa menemukan aneka jenis daun. Mereka pun bisa bersama orangtuanya mencari dan mengenal jenis-jenis tanaman di rumah dan bentuk daunnya yang mudah di gambar,” lanjut Bu Santy memberikan contoh.

Bicara kendala, katanya yang mereka hadapi yaitu terkait sinyal operator yang kadang tidak menjangkau lokasi siswa maupun guru, sehingga menghambat proses pembelajaran. “Untuk mengatasi semua kendala koordinasi dengan guru-guru setiap hari kami lakukan,” katanya. (Sri Ardhini)

To Top