Komunitas

Asbest Peduli, Hasilkan Masker dan Selamatkan UMKM

cybertokoh.com – Tantangan perekonomian saat ini sangat berat. Hal ini diakui oleh Ni Wayan Ria Mariani, Ketua Asosiasi Bordir, Endek dan Songket (Asbest) Kota Denpasar. Di saat semakin mewabahnya Covid–19, berbagai elemen termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pun terkena imbasnya.

Rhea Cempaka begitu ia biasa dipanggil, mengatakan sebagai Ketua Asbet sekaligus pelaku UMKM binaan Dekranasda Kota Denpasar, ia berupaya untuk membantu semua anggotanya dengan melempar ide membuat masker. ”Ide ini disambut baik. Apalagi kegiatan ini tergolong program Asbest Peduli, yang tujuanya agar tenaga kerja yang ada tidak banyak dirumahkan, apalagi masker saat ini juga susah ditemukan di pasaran,” katanya saat dikonfirmasi Rabu (1/4).

Disamping itu, bahan yang digunakan juga katun dengan kualitas yang baik begitu pula dengan pilihan karetnya. “Kami membuatnya dengan jahitan yang bagus dan menjualnya dengan harga terjangkau. Satu UMKM kami mampu memproduksi 150-an masker dalam sehari. Bagi yang memiliki penjahit mereka semua memproduksi, sedangkan yang lainnya ikut membantu pemasarannya, yang selama ini memanfaatkan media sosial,” terang Rhea.

Mereka juga memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis. Karena kesulitan memperoleh bahan spundbond, maka digunakan bahan parasut. Dan yang siap dipasarkan adalah face shield atau pelindung wajah yang semuanya untuk menjadikan UMKM Kota Denpasar bisa bertahan. “Ayo bantu pasarkan, untuk melindungi diri dan sesama ” cetusnya sembari mengatakan bahwa seseorang bisa berkurang rasa percaya dirinya jika tidak memiliki penghasilan.

Di tengah ujian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah ini, Rhea mengaku bersyukur mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra yang turut mendukung pemasaran masker buatan UMKM Kota Denpasar. (Sri Ardhini)

To Top