Sekitar Kita

Keluarga Jadi “Supporting Factor” Isolasi Diri

cybertokoh.com –Perkembangan Covid-19 terus disampaikan pemerintah Indonesia. Mulai dari update kasus hingga upaya penanganan yang dilakukan.

“Semua orang ingin sehat dan tidak terkena penyakit ini. Jika muncul gejala, diharapkan tidak panik dan konsultasikan ke dokter. Dari sanalah akan dinilai apakah perlu mengambil sampel swab,” ujar Achmad Yurianto, Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 melalui video streaming, Minggu (22/3).

Ia menuturkan RS didatangi oleh banyak orang sehingga kapasitasnya melebihi. Jika gejala ringan, hanya perlu melakukan isolasi diri. “Isolasi diri ini memiliki makna agar tidak menularkan pada orang lain. Ingatlah melakukan monitoring kesehatannya secara rutin. Keluarga yang lain menjadi “supporting factor” dalam isolasi diri ini. Keluarga agar melihat dan melakukan pemantauan terkait hal ini,” jelas pria yang juga Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI ini.

Pemerintah sejak Jumat sore sudah melakukan “screening test” terhadap kelompok berisiko. Sebagai contoh, jika ada pasien positif Covid-19, keluarganya akan dilakukan “screening test”. Rekan kerjanya yang pernah kontak juga akan juga akan dites. Untuk “screening test”, pemerintah menyiapkan 150 ribu test kit yang sudah berada di tanah air. Test kit ini dijemput pesawat Hercules dari Tiongkok.

“Dengan 150 ribu kit ini akan disebarkan ke tanah air sesuai dengan faktor risiko atas dasar acuan bertindak. Nanti akan datang lebih banyak lagi hingga tercapai 1 juta kit,” ungkap Yurianto.

Ia juga mengingatkan jika hasil tes negatif agar tetap melakukan social distancing. Hasil tes negatif bukan jaminan tidak terinfeksi. Test ini hanya melihat zerology darah terhadap virus. karena itu di bawah 7 hari, respons zerology belum terbentuk. Jika dua kali sudah negatif, berarti tidak terinfeksi tetapi besoknya bisa infeksi. Nantinya akan dilakukan VCR yang sensitivitasnya lebih tinggi.

“Jika positif tanpa keluhan, keluhan sedikit, dilakukan isolasi diri. Jika gejala ringan dan sedang, pemerintah sudah menyiapkan ruang isolasi RS. Wisma Atlet akan dioperasionalkan pada Senin. Harapannya ini prototipe yang dikembangkan di pusat yang akan diikuti daerah. Di RS untuk yang sedang dan berat. Ini menjadi penting karena harus memanfaatkan RS yang terbatas untuk menangani pasien sedang hingga berat,” jelas Yurianto. (Ngurah Budi)

To Top