Buleleng

Buleleng Siapkan Jaspel Bagi Tenaga Medis

cybertokoh.com – Merebaknya penyebaran Covid-19 di Indonesia telah menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat. Pemerintah pusat maupun daerah menghimbau semua elemen masyarakat untuk membantu mencegah penyebaran virus  tersebut. Di Buleleng juga sudah ditemukan Pasien Dalam Pengawasan. Segala biaya untuk menanganan kasus ini digratiskan atau ditanggung oleh pemerintah. Dengan biaya digratiskan masyarakat diharapkan melaporkan  jika menemui orang yang menunjukkan tanda-tanda suspect korona. Hal tersebut juga disampaikan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana akhir pekan lalu saat menyampaikan rilis terkait PDP di Buleleng.

Bupati Suradnyana menambahkan, beban tinggi dipikul para tenaga medis di Kabupaten Buleleng. Oleh karena itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST akan memberikan jasa pelayanan (jaspel) bagi tenaga medis yang bertugas.

Ia menjelaskan jaspel tenaga medis yang bertugas baik itu di RSUD Buleleng maupun RS Pratama Giri Emas nantinya tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati. Dalam SK Bupati tersebut telah disusun besaran yang wajar jaspel yang akan diterima. Ini dilakukan mengingat para pasien Covid-19 dibebaskan dari biaya atau gratis. “Jangan sampai nanti ada anggapan bahwa pasien Covid-19 gratis sehingga para tenaga medis tidak mendapatkan jaspel,” jelasnya.

Nilai jaspel yang dipasang dalam SK Bupati tersebut telah disusun secara wajar. Selain jaspel, para tenaga medis ini juga akan diperhatikan asupan gizinya. Asupan gizi yang baik akan membuat imun tubuh dari para tenaga medis ini lebih kuat. Sehingga, virus yang ada akan susah masuk. “Saya juga perhatikan asupan gizi mereka. Asupan gizi yang baik mebuat mereka menjadi fit. Saya akan perhatikan itu semua,” ucap Agus Suradnyana.

Sebelumnya, Bupati asal Desa Banyuatis ini juga sudah memberikan himbauan kepada masyarakat Buleleng yang baru datang dari luar negeri termasuk para tenaga kerja yang baru pulang untuk memeriksakan diri. Banyak dari masyarakat Buleleng yang baru datang dari luar negeri dengan kesadaran tinggi mengikuti himbauan tersebut. “Masyarakat harus punya kesadaran kalau sudah datang dari luar negeri harus jaga kontak dulu dengan keluarga, sehingga selama masa inkubasi kalau sudah merasa sakit langsung laporkan ke rumah sakit,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

 

To Top