Sekitar Kita

Ke Pasar Berbekal “Hand Sanitizer”

cybertokoh.com – Wabah Covid-19 yang merebak akhir-akhir ini berdampak negatif terhadap berbagai kegiatan usaha. Namun hal berbeda disampaikan oleh Gek Diah Desi Sentana. “Saya baru pulang dari Pasar Agung, Peguyangan. Saya melihat situasi pasar ramai seperti biasa. Ada beberapa pedagang yang mengenakan masker. Tapi saya merasa khawatir juga, makanya tetap membawa bekal hand sanitizer,” katanya.

Gek Diah mengatakan melihat situasi pasar pagi ini sepertinya imbauan pemerintah tidak terlalu diindahkan. Sedangkan dirinya ke pasar karena memang mau berbelanja kebutuhan sehari-hari. Namun kali ini ia memilih langsung berbelanja untuk stok selama 2 minggu. “Biar lebih aman dan tidak sering ke suasana yang ramai,” ujar ibu dari I Putu Geo Mariyana, I Made Gita Praja Mariyana, dan Ni Komang Diah Bhanuwati Mariyana ini.

“Tadi pagi saya lihat banyak mereka yang ke pasar membeli keperluan untuk persiapan Melasti dan Pengerupukan juga Nyepi. Kalau saya sendiri sudah belanja keperluan upacara tiga hari lalu. Karena saat Nyepi pas odalan di Merajan, jadi untuk semua kebutuhan piodalan saya sudah ready,” lanjutnya.

Waktu itu, maksudnya 3 hari lalu kata dosen yang bertugas di Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini, pasar tidak terlalu ramai serta harga masih normal. Hanya gula dan beberapa kebutuhan pokok mulai meningkat. Hari ini bahkan bunga pacar 3 hari lalu masih seharga Rp 14 ribu /kg hari ini sudah Rp 25 ribu/kg. Begitu juga gula pasir yang biasanya Rp 13 ribu/kg, sekarang Rp 18 – Rp 20 ribu/kg.

Istri dari I Nyoman Mariyana ini pun mengharapkan situasi cepat membaik dan untuk ini mengharapkan semua masyarakat mau mengikuti anjuran pemerintah. “Bersyukur anak-anak lebih mudah saya ingatakan dan arahkan. Karena mereka di sekolah sudah mendapkan penjelasan. Mereka juga bisa disuruh diam di rumah,” katanya sambil menambahkan kali ini selain selalu menyiapkan buah anak-anaknya juga diberikan doping vitamin. (Sri Ardhini)

To Top