Sudut Pandang

Pesanan Sepi, Manfaatkan Waktu untuk Bercengkrama

cybertokoh.com – Banyak pelaku UKM yang terdampak penyebaran virus korona. Salah satunya yang bergerak di bidang fashion di Bali. Biasanya menjelang Hari Raya Nyepi permintaan busana adat mengalami peningkatan dan mereka bisa tersenyum.

“Namun saat ini, suasananya tergolong kategori prihatin. Kami para UKM sedang bokek. Sepiiiiiii sangatttt, termasuk online juga tak digapai pembeli,” ujar Dewi Anyar, pemilik “Anyar Butik” di kawasan Jalan Sutomo, Denpasar. Dikatakannya semua pameran yang biasa diikuitnya, kali ini juga ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. “Saat ini orang-orang lebih memikirkan isi perut dan virus,” katanya lebih lanjut.

Dewi Anyar juga mengatakan, dampak virus korona terhadap industri fashion terlihat jelas. Dunia juga terkena imbasnya. Berbagai perhelatan fashion dan pekan mode yang sudah dijawalkan pun tidak jadi digelar dan harus ditunda bahkan dibatalkan. “Jadi saat ini sebaiknya kita semua di Bali khususnya, mari ikuti anjuran pemerintah. Karena, tujuannya demi pencegahan semakin menjalarnya wabah korona ini,” ungkapnya.

Selain itu, berbicara mengenai imbauan pemerintah, salah satunya bekerja di rumah saja, dikatakannya agar tidak gabut, Dewi Anyar memilih untuk memanfaatkan waktu lebih banyak bercengkerama dengan keluarga, terutama menjadikannya quality time dengan dua anaknya yang tengah menginjak remaja. “Kami juga berdoa bersama agar keadaan segera membaik kembali,” ucapnya sambil menambahkan ia juga mengisi waktu dengan corat-coret membuat desain dan memasang payet untuk memperindah kebaya-kebaya kreasinya yang belum terjual. (Sri Ardhini)

To Top