Buleleng

Berani Jualan Tapi Khawatir

cybertokoh.com – Merebaknya virus korona di berbagai negara melalui media massa cukup membuat masyarakat resah.  Apalagi di Buleleng sudah ada pasien dalam pengawasan yang telah diisolasi di RSUD Buleleng.

Tetapi, suasana kota Singaraja masih seperti biasa.  Masyarakat masih melakukan aktivitas seperti biasa,  meskipun seluruh sekolah dan kampus diliburkan. Aktivitas jual beli masih terlihat normal di beberapa pasar tradisional seperti pasar Banyuasri dan pasar Anyar Kabupaten Buleleng.

Salah satu pedagang tumpah di pasar Banyuasri, Mardikayasa mengungkapkan meski telah mendengar virus korona telah ada di Buleleng akan tetapi dirinya tetap berjualan ke pasar.  Meski ada sedikit kekhawatiran namun aktivitas jual beli di pasar masih normal.  “Sampai kemarin malam masih normal,  memang ada rasa resah tetapi masih tetap ramai pembeli, ” jelasnya.

Ia menambahkan jika keadaan terus mengkhawatirkan agar tidak terjadi risiko maka dia dan istrinya memutuskan untuk libur berjualan sampai situasi kembali kondusif.  “Langkah antisipasi kalau memang terus bertambah jumlah pasiennya ya kami terpaksa akan libur dulu, ” imbuhnya.

Sementara itu,  salah satu pemilik toko sembako Aprilia memilih untuk menutup tokonya selama 14 hari.  Langkah ini diambil untuk mengikuti himbauan dari pemerintah melakukan social distancing untuk memutus penularan Covid-19. “Kalau kita di toko tidak tahu siapa aja yang datang berbelanja sehingga kita lebih memilih untuk menutup toko, ” ungkapnya.  Dirinya tidak menampik jika masa libur pihaknya akan kehilangan pemasukan. Akan tetapi ia lebih memilih untuk melakukan pencegahan.  “Mending kita libur daripada sakit kan habisnya lebih banyak, ” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top