Buleleng

Ini Alasan Pembatasan Pengarakan Ogoh-ogoh

cybertokoh.com – Simpang siur pelaksanaan pawai ogoh-ogoh di Kabupaten Buleleng ditengah himbauan untuk membatasi kegiatan yang bersifat keramaian yang diinstruksikan langsung oleh Presiden RI dan Gubernur Bali, kini sudah mendapatkan titik terang. Pawai ogoh-ogoh untuk menyambut hari raya Nyepi di Kabupaten Buleleng akan tetap digelar. Namun, ada batasan saat pengarakan ogoh-ogoh yakni ogoh-ogoh hanya diarak di Desa Adat atau Banjar Adat masing-masing, dan jumlah warga yang mengarak ogoh-ogoh juga dibatasi.

Keputusan ini sesuai dengan hasil rapat antara Pemkab Buleleng bersama Ketua MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budarsa, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng I Gde Made Metera, dan Ketua MDA Kecamatan se-Kabupaten Buleleng beberapa waktu lalu. Sesuai dengan arahan Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd kebijakan ini merupakan keputusan bersama. Pemkab Buleleng bersama MDA berusaha mencari jalan terbaik dari situasi yang ada saat ini.

Ketua MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budarsa mengatakan setuju untuk membatasi peserta di setiap prosesi keagamaan dalam perayaan hari raya Nyepi. Menurutnya, ini merupakan langkah tepat untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan para koordinator pembuat ogoh-ogoh dan Klian Adat untuk pembatasan peserta dalam prosesi melasti. “Kami akan segera panggil koordinatornya untuk menjelaskan situasi sekarang, dan akan mengintruksikan untuk tidak terlalu banyak mengerahkan masyarakat dalam pengarakan ogoh-ogoh. Bukan hanya itu, kami akan memanggil juga klian adat masing-masing desa untuk pembatasan peserta melasti,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

To Top