Edukasi

Antisipasi Korona, Ini Kiat SMPN 1 Singaraja

Menyikapi merebaknya virus korona di berbagai negara termasuk di Indonesia, masyarakat diajak untuk menerapkan hidup sehat. Salah satunya dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan cairan pencuci tangan, hanya saja belakangan hand sanitizer mulai langka keberadaanya. Atas kondisi itu, SMP N 1 Singaraja menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizer kepada siswa siswinya Kamis, (12/3). Bertempat di ruang Laboratorium, siswa siswi kelas 8 dibimbing oleh guru IPA membuat cairan pencuci tangan dengan menggunakan bahan bahan yang mudah di dapatkan.

Kepala SMP N 1 Singaraja Dra Ni Putu Karnadhi, M. Si., mengatakan tujuan dari pelatihan ini agar anak anak bisa membuat cair antiseptik dengan bahan bahan yang mudah ditemui. Pada praktikum tersebut siswa diajarkan membuat hand sanitizer dengan dua cara. Pertama dengan campuran aloe vera, alkohol 70% dan essential oil yang bahan bahan mudah ditemui di apotik atau kosmetik. Sedamg cara kedua menggunakan bahan bahan kimia yang bahan bahannya dalam pemggunaan perlu takaran dan pemgawasan. “Siswa lebih suka membuat dengan cara alami dan bisa dibuat dengan bahan bahan yang dibuat langsung seperti aloe vera yang diblender, ” ungkapnya.

Karnadhi menambahkan sebagai sekolah yang mendapat predikat sekolah sehat nasional dan piloting project dari kemendikbud sehingga pihaknya ingin menjadi pionir di wilayahnya. Tahun lalu pihaknya telah membeli pengukur suhu tubuh non kontak baik untuk dahi maupun mata. “Sebenarnya kami ingin fokus ke penanganan demam berdarah tetapi karena maraknya virus korona maka kami fokus ke isu ini dulu, “jelasnya.

Pihaknya berharap dengan pelatihan pembuatan hand sanitizer ini, siswa siswi dapat mengaplikasikan di rumah dan sharing ke orang orang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kelangkaan hand sanitizer. “Kami juga akan imbas ke sekolah sekolah SD di sekitar sekolah kami, ” ujarnya.

Sementara itu, Ni Luh Freya Restina Devia salah satu siswa kelas 8 yang mengikuti praktikum pembuatan hand sanitizer mengaku sangat antusias karena saat ini dirinya tidak perlu khawatir kehabisan stok antiseptik sebab sudah dapat dibuat dengan bahan bahan yang mudah didapatkan. Dirinya mengaku sempat bingung untuk membeli hand sanitizer karena kehabisan stok. Sebelumnya dirinya telah mendapat pelatihan dari guru pembimbing tentang cara pembuatan dan takaran yang sesuai. (Wiwin Meliana)

To Top