Connect with us

Dara

Yoriko Angeline: Jadi Cewek Harus Pintar

Published

on

cybertokoh.com – Sosok remaja cantik ini sungguh inspiratif. Meski sibuk meniti karier di dunia hiburan, punya kegiatan segudang namun untuk urusan pendidikan dia tak pernah ketinggalan. Yoriko Angeline, namanya. Sejak SD hingga kini kelas 3 SMA, nilai sekolahnya selalu tinggi, tak heran kalau dia terus menerus mendapat beasiswa mulai dari kelas 6 SD, SMP hingga SMA.

Padahal, pemeran Wati dalam film ‘Dilan 1990’ dan ‘Dilan 1991’  ini, sangat sibuk di dunia hiburan. Hari-harinya diisi dengan syuting bahkan tak jarang berminggu-minggu berada di luar kota, itu artinya dia tidak masuk sekolah. Namun yang dilakukan Yori, begitu namanya akrab disapa, sungguh patut dipuji. Di sela-sela syutingnya, dia belajar. Panggil guru ke lokasi syuting.

“Aku memang sibuk berkarier, tapi nggak mau ketinggalan pelajaran sekolah. Makanya aku panggil guru untuk kasih les di lokasi syuting. Kalau mau ujian, malah waktu lesnya nambah. Bisa dari jam 8 pagi sampai jelang jam 1 siang. Setelah itu baru syuting lagi,” ungkap dara kelahiran  Banjarmasin,  23 Agustus 2002 ini.

Yori merasa beruntung karena selain orangtuanya mendukung kiprahnya di dunia hiburan, pihak sekolah pun sangat mendukung. Buktinya, ketika ia harus syuting selama satu bulan di luar kota, pihak sekolah mengizinkan dengan pesan tidak boleh ketinggalan pelajaran. Yori bersyukur, teman-temannya ikut membantu dengan mensuplai bahan-bahan pelajaran sekaligus memberi tahu kalau ada tugas-tugas sekolah yang harus diselesaikan.

Advertisement

Dukungan yang luar biasa besar dari lingkungannya membuat Yori semangat belajar. “Jadi begitu aku masuk sekolah lagi, aku kejar semua pelajaran. Tugas-tugas yang belum selesai aku selesaikan. Juga ikut tes-tes. Malah mereka (guru-guru) heran karena aku belajar keras sekali. Mereka bilang, aku rajin banget. Apa tidak cape,”  tutur personil grup musik Teenebelle, ini.

BACA  Lama Vakum, Mangdan Rilis Album Ketiga

Menurut Yori, itu semua memang sudah menjadi risikonya atas jalan yang dia pilih, yakni bersekolah di lembaga formal dan menekuni karier di dunia hiburan secara bersamaan. “Aku ingin pendidikan (sekolah) dan karier bisa berjalan seiring. Aku tidak ingin karier mengganggu pendidikan aku. Maka jadinya seperti ini. Aku harus bekerja keras. Ditambah lagi aku menetapkan ‘goal’ tersendiri untuk diriku, yaitu harus dapat nilai tinggi. Bukan nilai biasa-biasa saja. Maka begini lah jadinya. Aku mati-matian belajar. Alhamdulilah tercapai,” ungkap Yori senang karena meski sibuk setengah mati dia masih mampu mencetak angka 90 ke atas di banyak mata pelajarannya.

“Pendidikan penting, nomor satu, karena memang sejak kecil itu ditanamkan oleh orangtua aku. Jadi cewek harus pintar. Aku ini nggak mau orang memandang aku, ‘Ih Yoriko sibuk seperti ini tapi di sekolah bego.’ Aku nggak mau kayak gitu.Makanya aku semangat belajar. Itu jadi motivasi aku. Sekolah dan entertainment harus jalan seimbang, tapi sekolah nomor satu,”  papar  Yori yang ingin membuktikan bahwa sekalipun sibuk bekerja dia pun bisa sukses di bidang akademik.

BACA  Ninda Lestari: Menuju Ajang Putri Remaja Indonesia 2019

“Semua orang bisa melakukan seperti aku, yang penting ada kemauan. Semuanya kembali ke diri kita, mau atau tidak. Soal tugas sekolah misalnya, jangan menunda-nunda, harus segera dikerjakan. Karena kalau menunda, tugas-tugas sekolah bisa makin bertumpuk. Jadi sebisa mungkin aku segera kerjakan walaupun sedang berada di lokasi syuting. Dengan begitu menjadi lebih ringan,” jelas pemeran Ara dalam film ‘After Met You’, ini.

SELALU JUARA

Advertisement

Anak pasangan Agus-Devi ini mulai merintis kariernya di dunia peran sejak tahun 2014, film pertamanya  ‘Hijrah Cinta’ 2014.  Sebenarnya, sejak SD, ujarnya, ia mengawalinya denyan menyanyi. Meski waktu itu hanya hobi. Awalnya, tutur Yori, saat kelas V SD dia ikut lomba menyanyi.

“Aku kan sejak kecil sudah suka menyanyi. Aku juga masuk les vokal. Tapi aku dulunya agak pemalu. Orangtua mendorong aku ikut kompetisi menyanyi. Tidak disangka aku berhasil juara. Dari sana awalnya aku mendapat beasiswa sekolah. Karena aku waktu itu kelas 5 SD, maka aku dapat beasiswa mulai kelas 6 sampai SMP,” tutur Yori yang  juga sempat berkiprah di dunia modeling.

Setelah itu, lanjutnya, dia jadi sering ikut berbagai kompetisi dan selalu berhasil menjadi juara. Itu sebabnya, kata Yori lagi, dia pun berhasil menyabet beasiswa saat SMA. Yang namanya beasiswa maka dia harus mencapai dan mempertahankan nilai tinggi untuk pelajaran sekolah.

BACA  Album Ketiga Motifora Tampil Beda

Yori bertutur, awalnya dia bersekolah di tanah kelahirannya yakni Banjarmasin. Dengan pertimbangan ingin mendapat pendidikan lebih baik, ia pun pindah ke Jakarta. “Jadi awalnya aku pindah ke Jakarta bukan karena ingin berkarier di dunia entertainment tetapi karena ingin meneruskan pendidikan di Jakarta. Namun kemudian aku mendapat tawaran untuk main film, itu lah awalnya bersentuhan dengan dunia akting. Aku kelas 6 SD kala itu,” tuturnya.

Dia memutuskan kembali ke dunia akting, katanya, secara tak sengaja. Kala itu dia yang kelas 2 SMP melihat beberapa temannya terlibat syuting. “Aku melihat, kok, seru banget ya syuting. Saat itu aku tergerak untuk mau kembali syuting. Itulah awalnya kenapa comeback lagi tahun 2017, dan itu keterusan sampai sekarang,” ujar Yori sambil tertawa.

Advertisement

Sejak comeback, Yori menjadi sangat produktif di dunia hiburan. Mulai dari film, sinetron, FTV, hingga dunia presenter dia jajaki. Belum lagi kiprahnya sebagai presenter sejumlah acara. Dia juga berkiprah di dunia musik, meski tidak seintens di dunia peran.  “Sejak aktif di dunia peran, aku merasa ini adalah passion aku. Maka aku tekuni terus,” ucapnya.

Tentang musik, diaku Yori, meski sesungguhnya dia sangat hobi menyanyi, namun itu belum terlalu diseriusinya lantaran  masih sibuk di dunia akting. Bersama teman-temannya di Teenebelle—girlband yang dibentuk tahun 2013—Yori  pernah meluncurkan album mini bertajuk ‘Happy Friends’ tahun 2015. (Diana Runtu)

Dara

“Saat Bersama” Intan Laksmi Ungkapkan Anugerah Terindah

Published

on

Intan Laksmi

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bali tak pernah berhenti mengorbitkan bakat-bakat baru, di tengah perkembangan pesat industri musik di tanah air. Intan Laksmi, seorang solois berbakat yang baru beranjak remaja, meluncurkan “Saat Bersama”. Sebelumnya, Intan telah merilis single bertajuk “Meraih Mimpi”.

Lagu “Saat Bersama” diciptakan dua musisi Bali, Wira Krisna dan Tika Pagraky. Single ini dirilis secara resmi berbarengan dengan pengenalan video klipnya, Sabtu (6/11) di kanal Youtube Intan Laksmi

Lagu bergenre pop modern ini mengangkat tema yang tak jauh-jauh dari dunia remaja. “Kisah seorang remaja putri yang mengungkapkan anugerah terindah kebahagiaan saat bersama sahabat di kala suka dan duka. Intinya pesan kepada teman-teman agar tetap setia, saling percaya dan takkan berpisah selamanya,” ungkap Intan yang lahir 19 Februari 2008 ini.

Advertisement

Intan yang memiliki nama lengkap Kadek Intan Dwi Laksmiantari sangat beruntung karena untuk rekaman kali ini masih didukung banyak naman-nama hebat di bidangnya. Selain pencipta lagu dari orang yang sudah punya nama dan diakui karya di kancah musik Bali, aransemen musiknya digarap oleh Sila, sekaligus owner dari Silahomestudio. Video Klip digarap Arga Agustianto sekaligus owner Cato Production, dan figuran didukung oleh teman-teman Intan di sekolah. Manajemen artis ditangani De Ama, presenter yang juga penyanyi lagu pop Bali.

BACA  Dikira Bubar, Poleng Band Rilis Lagu Percaye Bli

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses single kedua ini. Terima kasih kepada Papa dan Mama yang telah mendukung sampai saat ini. Terima kasih kepada Kak De Ama selaku manajer yang sudah menyiapkan konsep semuanya dari awal,” ujar Intan.

Untuk memudahkan penikmat musik menikmati “Saat Bersama”, lagu ini akan tersedia di berbagai platform musik digital seperti Sportify, Joox, Itunes dan lainnya. Selain itu video klipnya juga bisa disimak melalui kanal Youtube Intan Laksmi.

Sebelum merilis “Saat Bersama”, Intan sempat tergabung dalam Bali Kumara Generasi ke-4 (BK4) dengan satu lagu berjudul “Nguni Gelatik” (2018). Tahun 2019 lalu, ia melepas single ke-2 berjudul “Astungkara”. Tahun 2020, ia mengeluarkan single pertama berbahasa Indonesia dengan judul lagu “Meraih Mimpi”. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Dara

“Kilangan Tresna” Single Pertama Gek Mirah

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayang, orang yang dicintai? Bagaimana galaunya ketika asmara kita berlalu dan hilang? Coba tanyakan ke Gek Mirah.

Dara bernama lengkap Agung Mirah Prayoga ini baru saja merilis secara resmi rekaman solo pertamanya, “Kilangan Tresna”. Diawali dengan penayangan video lirik di kanal Youtube pekan lalu, dan disusul dengan acara peluncuran sekaligus penayangan perdana video musik, Sabtu (28/11)

Menurut Gek Mirah, penggarapan “Kilangan Tresna” bermula ketika ia kerap membuat cover song untuk konten di media sosial. Satu ketika ia meng-cover lagu “Sedih” milik penyanyi Tika Pagraky.

Advertisement

“Ternyata lagu yang saya cover itu mendapat perhatian dari Mbok Tika yang menanyakan apakah sudah punya lagu sendiri atau belum. Kalau belum, mbok Tika menawarkan untuk membuatkan lagu,” ungkapnya saat ngobrol dengan wartawan, Kamis (26/11).

Gek Mirah yang masih duduk di kelas II SMA ini merasa senang mendapat perhatian seperti itu. Sembari menunggu Tika mempelajari karakter vokal Gek Mirah, obrolan berlanjut hingga Tika kemudian menyodorkan satu lagu ciptaan Wira Krisna, “Kilangan Tresna”.

BACA  “Saat Bersama” Intan Laksmi Ungkapkan Anugerah Terindah

Merasa cocok dengan lagu garapan vokalis Rocktober itu, Gek Mirah tak mau berlama-lama lagi, langsung mempelajarinya dan berlanjut rekaman di studio Harta Pro di bawah arahan Dek Artha.

Sayangnya proses selanjutnya tertunda selain karena pandemi, kebetulan juga Gek Mirah dikejar proyek lain bersama Alcoust Band yang drummernya I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga, adik Gek Mirah.

 

Advertisement

“Ya, jadinya “Kilangan Tresna” molor dan molor lagi pembuatan video klipnya. Akhirnya dengan berusaha mencuri-curi waktu di tengah kesibukan saat ini, proses syuting bisa dilakukan,” ujar buah hati pasangan I Made Astra Prayoga-Ida Ayu Ekasriadi ini.

Gek Mirah mulai dikenal di belantika musik pop Bali saat muncul bersama Alcoust Band
beberapa waktu lalu. Siswi SMA 3 Denpasar ini bukanlah orang baru di jalur tarik suara. Ia sudah gemar menyanyi sejak kanak-kanak dan kerap menjajal berbagai panggung kompetisi. “Kami sebagai orangtua memberikan dukungan kepada anak-anak untuk menekuni dunia musik,” ujar Astra Prayoga. (Ngurah Budi)

Continue Reading

Dara

“Karena Cintamu”, Inspirasi dari Inda Prameswari

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Setelah beberapa kali meluncurkan single sebagai penyanyi anak-anak, Inda Prameswari kini muncul lebih dewasa. Satu lagu berbahasa Indonesia, “Karena Cintamu” menandai babak baru perjalanannya di kancah musik.  Lagu sekaligus video klipnya diluncurkan Kamis (24/9).

Pemunculan dara bernama lengkap I Gusti Agung Ayu Dinda Prameswari Sutha ini masih tak lepas dari peran sang ayah, penyanyi pop Bali, Agung Wirasutha. Agung pula yang membuatkan lagu ”Karena Cintamu” secara khusus untuk sang putri.

Lagu “Karena Cintamu” tercipta di tengah perjalanan spiritual yang dilakukannya di tengah pandemi. Tidak heran jika lirik lagu ini  terkesan sarat makna. Meskipun judulnya memakai kata cinta, yang dimaksud di sini lebih dari sekedar cinta kepada kekasih atau pasangan, tetapi cinta secara luas termasuk cinta dari Sang Pencipta.

Advertisement

Untuk penggarapan musik dipercayakan kepada Dek Artha. Sementara video klip digarap oleh Gede Purnama dan juga didukung oleh penari Adi Siput. Untuk masalah penampilan kali ini Inda mengenakan busana, perhiasan dan make up dari Inggi Kendran dengan lokasi penggarapan klip di Black Lava Kintamani, Lake View Bali Hotel Kintamani dan Pantai Nyanyi Tabanan.

BACA  Lama Vakum, Mangdan Rilis Album Ketiga

“Sengaja saya tulis “Karena Cintamu”, biar lebih universal dan mengindari kesan berat apalagi dinyanyikan oleh Inda Prameswari yang masih belia, agara bisa masuk di kalangan remaja, yang sudah mengenal cinta,” jelas Agung Wirasutha. Ia berharap semoga lagu ini mampu menginspirasi dan memotivasi banyak pihak untuk sama-sama berjuang melawan Covid-19.

Mengikuti jejak sang ayah di dunia tarik suara, Indaa Prameswari yang kini berusia 17 tahun sudah mulai rekaman sejak dengan merilis lagu “Anugerah”. Ia juga merilis beberapa single seperti Demen Dadi Milu (2015), Demen Tapi Sing Bani (2017), juga kolaborasi bersama Nissa Putri dan sang ayah, Agung Wirasutha untuk lagu ”Om Nama Siwaya” (2018). (rls/Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Tren