Sudut Pandang

Chelsea Islan: Tak Pernah Merasa Diri Hebat

cybertokoh.com – Di jajaran artis muda berbakat, salah satu  yang kariernya sedang melejit adalah Chelsea Islan. Berbeda dari kebanyakan artis muda, kiprah Chelsea di dunia hiburan relatif lancar, bahkan banyak orang berpendapat ketenarannya seolah begitu mudah diperolehnya.

Betapa tidak hanya dalam tempo enam tahun, Chelsea bukan hanya berhasil membuat namanya menjulang namun juga mencetak prestasi di dunia seni peran yang ditekuninya. Delapan penghargaan dari dunia film berhasil dikumpulkan Chelsea dalam enam tahun kiprahnya.

“Sebenarnya aku tidak menduga ya bisa seperti ini. Aku bersyukur mendapat apresiasi atas kerja aku,” ungkap gadis cantik blasteran Indonesia-AS, ini.

Melihat perjalan kariernya yang begitu cepat melejit plus menorehkan banyak prestasi, sepintas terlihat mudah diraihnya. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Untuk mencapai hasil itu, kata gadis kelahiran Washington DC Juli 2004, dia harus bekerja keras.

“Dalam melakukan pekerjaan, aku menarget diri sendiri untuk melakukan yang terbaik. Bekerja profesional. Hasilnya pun harus terbaik. Aku memotivasi diri sendiri untuk mencapai itu. Tidak peduli apa yang dikatakan orang, yang terpenting adalah apa yang aku lakukan baik, berguna untuk orang lain dan tidak merugikan orang lain. Prinsipnya itu saja,” ungkap peraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung 2016, ini.

Chelsea Islan memulai debutnya di dunia hiburan, khususnya seni peran layar lebar sejak 2013 lalu. Kala itu dia mendapat tawaran bermain dalam film ‘Refrain’.  Lewat aktingnya yang cemerlang dalam memerankan ‘Annalise’, nama Chelsea pun mulai dikenal luas. Setelah itu namanya pun menjadi langganan ‘nominasi’ dan penghargaan dari sejumlah festival yang diikutinya.

Penghargaan pertamanya adalah Actress of the Year tahun 2015, selanjutnya dia membawa pulang  rata-rata dua penghargaan setiap tahun

Sebagian orang berpendapat  Chelsea cepat sukses di dunia yang ditekuninya selain karena kerja kerasnya tapi juga  kemampuan dalam menyeleksi pekerjaan yang ditawarkan padanya. Chelsea memang termasuk seniman idealis. Dalam kariernya  tidak ada kamus ‘aji mumpung’.

Terbukti, sekalipun begitu banyak tawaran masuk, seiring dengan semakin tenar dirinya, namun tidak semua tawaran diambilnya. “Aku seletif dalam memilih peran. Lihat ceritanya, peran yang dibawakan. Jika ceritanya bagus dan peran yang dibawakannya menantang maka aku tak ragu mengambilnya. Semakin menantang peran itu, semakin aku suka,” ucapnya.

Sebagai orang yang memutuskan sepenuhnya berkarier di layar lebar, lanjut Chelsea, dirinya sangat suka mencoba berbagai peran. Semakin sulit peranannya, dia semakin tertantang. “Artinya aku makin harus banyak belajar, “ tutur Chelsea yang sebelum aktif di layar lebar telah menekuni dunia teater.

Kerja kerasnya tidak mengkhianati hasil. Itulah yang membuat Chelsea sangat bersyukur. Kesuksesan yang diraih dengan cepat ini, kata Chelsea, juga menjadi tantangan baginya. Bagaimana agar dia mampu me-maintenance agar tetap melahirkan karya-karya terbaik.

“Sukses jangan sampai menjadikan kita puas diri. Jangan sampai membuat kita malas belajar. Karena mempertahankan kesuksesan itu tidak mudah. Kerja kita menjadi lebih berlipat-lipat dibanding dulu sebelum menjadi apa-apa. Aku tidak pernah merasa diri sudah hebat. Enggak. Aku juga masih terus belajar dan belajar,” tuturnya sembari menyebut, dirinya selalu memperingatkan diri sendiri akan hal itu.  “Yang terbaik adalah kita menjadi motivator untuk diri kita sendiri,” tambahnya.

Belajar dan terus belajar, tegas Chelsea, adalah salah satu upaya dalam memaintenance kariernya. “Yang juga penting adalah bersikap rendah hati, tidak sombong dan selalu mau berbagi dengan orang lain,” kata Chelsea yang rajin membagikan kalimat-kalimat motivasi diri di akun medsosnya.

Dari segudang catatan baik yang ditorehkannya, Chelsea mengakui bahwa dirinya pun memiliki banyak kekurangan. Hal yang biasa, karena tidak ada manusia yang sempurna. “Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya, hambatan atau kendala. Begitu juga aku,” ujarnya pemenang Indonesia Choice Awards 2015,2016,2017 dan 2018.

Menurutnya, hal itu harus diperbaiki agar ke depannya menjadi lebih baik. Misalnya saja, ucapnya terus terang, dirinya punya kelemahan yakni kerap kali menunda-nunda pekerjaan. “Aku punya kebiasaan buruk yakni suka menunda-nunda pekerjaan. Aku sadar itu sangat tidak baik. Misalnya saja soal pekerjaan. Karena tertunda-tunda akhirnya bertumpuk dan menyulitkan,” papar Chelsea yang juga aktif di berbagai kegiatan sosial. (Diana Runtu)

 

 

To Top