Sekitar Kita

“Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Solusi Menuju Bali Era Baru

cybertokoh.com –Wantilan Desa Batur, Bangli menjadi lokasi kedua pelaksanaan Sosialisasi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Wujudkan Bali Era Baru”. Sosialisasi dilaksanakan Rabu (12/2) dan dihadiri Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra mewakili Gubernur Bali, Bupati Bangli I Made Gianyar, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Jero Gede Batur, para bendesa di wilayah kecamatan Kintamani, perwakilan masyarakat Batur serta perwakilan siswa SMA 1 Kintamani.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bangli berterima kasih atas sosialiasi yang merupakan sinergi dari Pemprov. Bali, Yayasan Dharma Naradha, Kelompok Media Bali Post, dan Sampoerna untuk Indonesia. Ia juga mendukung apa yang sudah dilakukan Gubernur Bali untuk mendukung pertanian.

“Masyarakat jangan malu jadi petani. Saya selesai jadi Bupati mau jadi petani. Gubernur Bali sangat mendukung petani. Pergub perlindungan buah lokal sudah di-launching di Pengotan, Bangli. Tapi masih ada petani lebih banyak mengeluh daripada bersyukur.   Klo harga mahal ndak ada yang lapor ke Bupati. Klo murah, baru lapor ke Bupati,” ujarnya sembari tersenyum.

Bupati juga memberi apresiasi terhadap visi dan misi Gubernur yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dimana masyarakat diminta menjaga alam termasuk danau dan hutan. “Kami sudah mengedukasi petani di daerah Bangli untuk tanam bambu. Supaya air bersih. Subak yang pakai air dari Danu Batur, sudah bagus tiap odalan hadir dan maturan. Pemerintah yang belum. Semoga perda pelindungan sumber air cepat selesai. Bangli Siap jadi penyangga, daerah konservasi, ndak perlu buat hotel, cukup dikasi bagian PHR. One island one management bisa terealisasi,” tegasnya.

Sementara itu Satria Naradha, Ketua Yayasan Dharma Naradha berharap masyarakat Batur bergerak bersama sejuta krama Bali. “Sesuai visi misi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali Wujudkan Bali era Baru. Gubernur dorong produk-produk lokal. Semua harus bergerak,” ungkapnya.

Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra menambahkan, Bali secara geografis kecil dengan penduduk 4,3 juta jiwa. Ada 1493 desa adat dan 83,46% Hindu. “Alam Bali, krama Bali dan budaya Bali hal yang saling berkaitan. Masalah utama yang dihadapi Bali berkaitan dengan ketiga hal tersebut. Pola Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi solusi untuk menuju Bali era baru. Ada 22 misi yang jadi arah kebijakan Bali. Untuk implementasi ini sudah dikeluarkan berbagai peraturan daerah dan peraturan gubernur,” ujarnya. (Ngurah Budi)

To Top