Buleleng

Kantor Imigrasi Singaraja Terbitkan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa

cybertokoh.com – Kantor Imigrasi kelas II Singaraja melakukan penghentian sementara pemberian bebas visa kunjungan dan visa terhadap warga negara Tiongkok dan orang asing dari negara Tiongkok yang pernah tinggal atau mengunjungi negara Tiongkok dalam kurun waktu tertentu. Hal ini menyusul ditanda tanganinya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 tahun 2020 pada 5 Februari 2020 oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasona Laoly. Ini juga sebagai langkah masukny virus korona yang berasal dari wilayah Wuhan provinsi Hubei China.

Kepala Imigrasi kelas II TPI Singaraja I Gusti Agung Komang Artawan mengatakan hingga saat ini terdapat 184 warga negara Tiongkok yang terdaftar di tiga kabupaten yaitu Buleleng, Karangasem maupun Jembrana. Di Buleleng sendiri terdapat 144 orang WNA Tiongkok pemegang kartu identias terbatas yang bekerja di PLTU Celukan Bawang, sementara sisanya merupakan WNA pemegang visa kunjungan yang tersebar di tiga kabupaten tersebut.

Menyusul penetapan wabah virus korona oleh WHO sebagai keadaan darurat kesehatan dan ditutupnya penerbangan dari maupun ke Tiongkok sejak 5 Februari 2020, pemerintah mengambil kebijakan dengan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa terhadap WNA Tiongkok pemegang KITAS maupun visa Kunjungan.

Secara teknis, warga negara Tiongkok yang ingin mengajukan izin tinggal keadaan terpaksa dapat melalui permohonan kepada Kepala Kantor Imigrasi maupun pejabat yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal WNA tersebut. Izin tinggal ini akan diperpanjang selama 30 hari terhitung sejak penutupan akses dari maupun menuju negara Tiongkok. (Wiwin Meliana)

To Top