Sekitar Kita

Perbedaan Agama Bukan Pemisah Anak Bangsa

Bertemakan “Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja, Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil, dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berlandaskan Pancasila dan UUD1945”, Sidang Majelis Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) tahun 2020 berlangsung di Senggigi, Lombok Barat NTB yang dibuka Senin (3/2).

Ketua PGI, Pdt. Dr. Bambang Widjaja mengungkapkan bahwa sidang ini menegaskan tentang kesatuan dalam keragaman. Melalui sidang ini, diharapkan bahwa perbedaan suku, ras, budaya dan perbedaan agama tidak boleh menjadi pemisah sebagai sesama anak bangsa.

Keberagaman tersebut terlihat dalam atraksi budaya yang dimulai dengan pemukulan gendang beleq yang merupakan musik tradisional Lombok lalu menampilkan kesenian tarian kontemporer medley nusantara, yaitu tarian-tarian dari berbagai macam daerah, mulai dari tarian Bali, Betawi, Aceh, Papua dan lain-lain. Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk partisipasi dalam melestarikan budaya Indonesia.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa selain para peserta yang datang dari berbagai daerah di tanah air ini ubtuk bersidang, juga harus mengunjungi keindahan Pulau Lombok yang eksotik.

“Saran saya anda tidak mungkin menulis keindahan Indonesia kalau Anda duduk dalam ruangan, tugas para pendeta di zaman sekarang adalah datang mengunjungi lautan, melihat keindahan eksotisme alam, kemudian mendistribusikan harapan yang indah kepada seluruh umat dan masyarakat kita di Indonesia,” kata Bang Zul. (Naniek I. Taufan)

To Top