Bumi Gora

Desa di Lingkar Bandara Harapkan Perbaikan Infrastruktur

cybertokoh.com – Desa-desa wisata yang berada di lingkar Bandara Lombok dikunjungi oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalilah yang didampingi oleh Asisten I, Asisten II, kepala Dispar, BPKAD, PUPR, Dinas Perkim, Diskominfotik dan beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah NTB serta keempat kepala desa.

Salah satu yang ditinjau adalah desa wisata Penujak dengan aktivitas pasar tradisionalnya serta kampung pengrajin gerabah Lombok yang cukup melegenda.

Wakil Gubernur NTB juga meninjau lokasi pembangunan pasar seni serta akses jalan pemukiman di Desa Tanah Awu. Lalu mengunjungi lokasi pembangunan Rumah Sakit Internasional Mandalika, infrastruktur jalan dan bersilahturahmi dengan masyarakat di kantor Desa Sengkol. Kunjungan di akhiri dengan berdiskusi dengan masyarakat dan kepala Desa Ketare.

“Meningkatkan ekonomi masyarakat dalam mengembangkan desa wisata harus diberi perhatian dimana pengembangan desa wisata harus benar-benar menjanjikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pengembangan desa-desa wisata merupakan ikhtiar pemerintah dan masyarakat untuk menyambut tujuan wisata dunia ke depan. Karenanya Pemerintah Provinsi harus turun langsung dan mengatasi segala permasalahan yang ada. Baik untuk perbaikan akses jalan, pengembangan industri dan kebersihannya maupun ketersediaan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu. Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto mengungkapakan bahwa kondisi jalan provinsi yang melintasi desa Penujak sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Oleh karena itu, Suharto sangat berharap kehadiran Wagub dapat memberi perubahan baru bagi masyarakat Desa Penujak.

“Ini merupakan semangat bagi kami untuk membangun desa lebih baik lagi. Semoga ke depan desa kami akan menjadi salah satu desa yang maju di NTB,” harapnya.

Jumlah penduduk desa ini sudah mencapai 16.475 jiwa penduduk dengan 5.700 Kepala Keluarga. Dengan jumlah itu, Suharto berharap bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dapat terwujud.

“Sebagian besar masyarakat kami sebagai penghasil gerabah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kami siap untuk menerima perubahan yang dicanangkan oleh pemerintah,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya Sarap mengatakan desa Sengkol merupakan desa sebagai pintu menuju destinasi wisata Mandalika dan sekitarnya.  Maka untuk mendukung semua program pembangunan destinasi wisata harus memperindah gerbangnya yaitu desa sengkol. Terutama terkait akses jalan yang belum sepenuhnya di perbaiki di sekitar pemukiman masyarakat.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah Provinsi agar dapat mendukung segala pembangunan desa kami,” harapnya.

Selain itu, ia mengatakan, masyarakat Desa Sengkol sudah didorong untuk mendukung program zero waste yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi. Edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan sudah dilakukan. Bahkan kesadaran masyarakat sudah mulai nampak terkait pentingnya kebersihan lingkungan desa.

“Kami membangun masyarakat agar paham lingkungan, namun kami masih kekurangan SDM dan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya. (Naniek I. Taufan)

To Top