Bumi Gora

“Zero Waste Goes to School”

cybertokoh.com – Siswa-siswi SMAN 1 Mataram turut bersemangat menyukseskan gerakan “zero waste” yang menjadi program Pemerintah Provinsi NTB saat ini.

Bertajuk “zero waste goes to school”, para pelajar ini berinovasi dengan mengolah limbah plastik, berupa kotak bekas makanan dan sampah lainnya menjadi karya seni rupa wayang tiga dimensi yang nantinya akan dipentaskan.

Siswa tidak hanya belajar memanfaatkan sampah, namun menjadi agen penggerak “zero waste” di lingkungan pendidikan. Wakil Gubernur NTB, yang didampingi oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Madani Mukarom, B.SC.F, M.Si menyambut baik ide siswa SMANSA dalam menyebarkan spirit zero waste kepada anak-anak PAUD dan sekolah dasar melalui pertunjukan wayang.

“Kita berbicara tentang lingkungan dengan mengadakan kegiatan yang besar dan anggaran yang besar. Tapi disisi lain, masyarakat yang akan menikmati dan bersentuhan langsung dengan lingkungan tidak mengetahui tentang maksud kegiatan tersebut,” kata Rohmi.

Agar sosialisai mudah dimengerti dan diterima oleh anak-anak PAUD dan SD, ia mengingatkan agar jajaran pendidikan, guru dan siswa dapat menggunakan istilah yang mudah dipahami oleh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendidikan tentang lingkungan.

“Gunakan Bahasa Indonesia, misalnya istilah Zero Waste dengan istilah bebas sampah. Begitu juga penggunaan istilah sampah organik atau sisa makanan, daun-daun dan non organik seperti plastik dan lainnya, sehingga benar-benar mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat kita,” ujar mantan rektor Universitas Hamzanwadi ini. (Naniek I. Taufan)

To Top