Bumi Gora

Pasien Tiongkok di RSUP NTB bukan Korona

cybertokoh.com – Menyikapi informasi terkait adanya pasien anak usia 1,5 tahun berkebangsaan Tiongkok yang dirawat di rumah sakit Provinsi NTB, Sekretaris Daerah NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si, memimpin jumpa pers. Sekda didampingi Kadiskominfotik, I Gede Putu Aryadi, S. Sos., SH, mengkonfirmasi , bahwa pasien tersebut hanya terindikasi bakteri, bukan virus.

Hal ini ditegaskan pula oleh Dirut Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A bahwa tidak ditemukan pasien yang terjangkit virus korona yang dirawat di RSUP NTB.

Dirut RSUP NTB, menceritakan riwayat perjalanan pasien asal Hainan, Tiongkok yang saat ini sedang dirawat tersebut. Pada 16 Januari 2020, pasien ini terbang dari Negeri Tirai Bambu bersama keluarga menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian 17 Januari pasien tersebut terbang ke Bali. Pada tanggal 21 Januari pasien ini terbang bersama keluarganya dari Bali menuju Lombok dengan menggunakan fastboat dan menginap di kawasan Senggigi, Lombok Barat.

“Pasien mengeluh panas pada tanggal 26 Januari 2020. Dan pasien mengeluh tidak mau makan serta tenggorokannya sakit,” katanya.

Kemudian lanjutnya, tanggal 27 Januari pukul 13.30 Wita pasien tersebut dibawa oleh orang tuanya ke RSUP NTB. Di rumah sakit katanya, pasien langsung dilakukan assessment oleh para dokter.

Berdasarkan pertimbangan dokter, pasien tersebut kemudian dirawat di ruang isolasi. Sebab, pasien tersebut berasal dari negara yang dikonfirmasi terjangkit virus korona.

“Ini dilakukan untuk memantau penyakit dan sebagai langkah antisipasi,” tuturnya seraya menambahkan bahwa pihaknya telah menangani pasien tersebut sesuai dengan standar medis yang ada.

Hal itu juga dipertegas oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi Anak, dr. Sang Ayu K. Indriyani, Sp. A (K), M. Kes, yang merawat pasien tersebut. Berdasarkan hasil pantauannya selama dua hari ini, kondisi pasien tersebut semakin membaik. Meski demam, batuk dan radang tenggorokan, namun kesehatan anak tersebut berangsur membaik. Berbeda dengan indikasi jika terserang virus korona, di mana kondisi kesehatan pasien membutuhkan penanganan khusus.

“Semua hasil penanda infeksi, dari darah ya, sejauh ini tidak mengarah ke arah korona, namun ke arah bakteri,” tegasnya di ruang Rapat Sekda NTB itu.

Untuk penanganan medis jelasnya, tim dokter telah melakukan pemeriksaan darah. Termasuk melakukan foto rontgen. Hasilnya ditemukan radang paru namun masih ringan.

Meski demikian, pihaknya bersama tim dokter tetap melakukan pengawasan. Sehingga pasien tersebut benar benar tertangani dengan baik. (Naniek I. Taufan)

To Top