Bugar

Ini Risiko Banyak Mengonsumsi “Fast Food”

cybertokoh.com – Kepedulian kalangan milenial terhadap makanan sehat dan bergizi masih jauh dari harapan. Asalkan enak, meski makanan tidak bergizi, kalangan milenial dengan senang menyantapnya.

Padahal seharusnya, mereka memperhatikan asupan yang masuk ke tubuhnya. Apalagi umumnya kalangan milenial memiliki aktivitas yang tinggi.

Data yang dilansir Kementerian Kesehatan yang dirangkum dari sejumlah hasil survei menyebutkan, 68% remaja tidak pernah atau hampir tidak pernah membawa bekal makan siang ke sekolah. Mereka, 44,6%, tidak pernah/jarang atau kadang-kadang sarapan.

Sementara 55,4% para remaja mengonsumsi “fast food” sekali seminggu atau lebih. Dan, 27,93% remaja minum minuman soda sekali atau lebih setiap hari.

Hasil penelitian yang didanai Institut Jantung, Paru-Paru dan Narah Nasional (NHLBI), Maryland, AS, menyebutkan, mereka yang makan di restoran cepat saji lebih dari dua kali seminggu akan mengalami peningkatan berat badan dan memiliki dua kali lipat peningkatan resistensi insulin juga faktor risiko untuk diabetes tipe 2. Diabetes adalah faktor utama penyakit jantung.

Penulis utama studi ini, Mark Periera, Ph.D, asisten profesor epidemiologi di University of Minnesota, menjelaskan, sangat sulit mendapatkan makanan sehat di restoran cepat saji, terlepas dari adanya beberapa penawaran makanan sehat yang dilakukan baru-baru ini.

Menu-menu di restoran cepat saji, umumnya tinggi lemak, gula dan kalori serta rendah serat dan nutrisi. Karenanya dia menyarankan agar mengurangi mengonsumsi makanan-makanan tersebut dan lebih baik makan lah masakan yang ada di rumah anda. “Sekali makan di restoran cepat saji mengandung kalori yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seseorang sepanjang hari,” ungkapnya.

Namun demikian, boleh saja jika sekali-sekali ingin memakan di restoran cepat saji. Hanya saja disarankan, cukup dengan porsi kecil. Hindari saus atau bumbu yang tinggi lemak seperti dressing salad dan mayonise. (Diana Runtu)

To Top