Edukasi

Edukasi Sampah Mulai dari Keluarga

cybertokoh.com – Tahun 2023 adalah waktu di mana Provinsi NTB mewujudkan mimpinya menjadi daerah Bebas Sampah atau Zero Waste. Program
Ini menjadi salah satu unggulan dalam masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkifliemansyah dan Dr. Siti RohminDjalilah.

Perlahan namun pasti, kegiatan berkaitan dengan hal ini mulai menunjukan perkembangannya. Spirit masyarakat mendukung program Zero Waste mulai terlihat. Kesadaran akan pentingnya Zero Waste telah melahirkan berbagai program inovatif masyarakat dalam pengelolaan sampah mulai terbentuk.

Di lingkungan sekolah misalnya, sampah dapat digunakan untuk membayar SPP, seperti yang dilakukan di program Universitas Nahdlatul Ulama. Ada pula sekolah yang hanya mengizinkan muridnya pulang setelah memungut sampah.

Perusahaan di NTB pun ambil bagian misalnya dalam program The Gade Clean Gold dari PT. Pegadaian. Instansi pemerintah juga tidak ketinggalan dengan peluncuran program bayar pajak dengan sampah.

Demi mewujudkan hal tersebut kini Pemerintah Provinsi NTB fokus menyelesaikan masalah sampah dari hulu atau dari lingkungan terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

Hal ini diungkapkan okeh Wakil Gubernur NTB, Dr. Siti Rohmi Djalilah saat membuka acara Sosialisasi Kampanye Pilah Sampah Berbasis Rumah Tangga Bagi Organisasi Wanita se-Provinsi NTB yang diinisiasi Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi (BKOW) NTB di Aula Pendopo Wakil Gubernur NTB di Mataram.

Menurutnya, untuk mewujudkan lingkungan NTB yang Zero Waste atau Bebas Sampah ini memang tidak mudah, sebab kerja ini merupakan sebuah program yang merubah mindset masyarakat. “Mengubah mindset berarti mengubah kebiasaan masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan, “ katanya.

Edukasi pemilahan sampah harus dimulai dari keluarga menjadi salah satu cara dalam mewujudkan NTB Zero Waste. Dalam hal ini, para ibu rumah tangga mempunyai peran strategis untuk dapat merubah mindset mengenai sampah, minimal di lingkungan keluarganya. Untuk itulah para ibu yang tergabung dalam BKOW NTB, diminta turut gencar mensosialisasikan dan mengikuti pelatihan mengenai pemilahan sampah dari rumah sekaligus mengolahnya.

Nantinya, ibu-ibu BKOW NTB ini tak hanya dapat mempraktekan langsung di rumah masing-masing, tetapi juga ikut mensosialisasikan hal serupa di organisasi maupun dusun masing-masing melalui Posyandu Keluarga. (Naniek I. Taufan)

To Top