Bumi Gora

Rayakan Imlek, Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat

cybertokoh.com – Keberadaan warga Tionghoa di NTB, telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kemasyarakatan, sosial dan budaya daerah ini. Selain berkontribusi dalam pembangunan bidang ekonomi khususnya dalam dunia usaha, waga Tionghoa NTB juga berkontribusi di berbagai bidang, seperti dalam dunia pendidikan dan birokrasi serta swasta.

Nuansa perayaan Imlek 2571 tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 25 Februari 2020, terlihat menghiasi pusat-pusat keramaian yang ada di Kota Mataram. Warna merah khas Imlek yang cerah melengkapi keberagaman budaya di Nusa Tenggara Barat.

Selain untuk menyambut perayaan Imlek, secara rutin komunitas ini menggelar donor darah setidaknya 2-3 kali dalam setahun, juga melakukan pembagian bingkisan bagi warga tidak mampu serta kerap menggelar pengobatan gratis yang terbuka untuk umum. Kepedulian semacam ini, menurut Suryadi, salah seorang pengurus PSMTI NTB, dilakukan warga Tionghoa sebagai bentuk kepedulian dan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

Dalam membangun kebersamaan dan kepedulian antar sesama, berbagai komunitas/organisasi Tionghoa NTB seperti Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Perkumpulan Sosial Bhakti Mulya, Hokian Hokkian Kong Kwan, Perhimpunan Hakka, Hok Kian Hwei Kwan dan vihara-vihara lain turut berperan dalam kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan. Warga Tionghoa NTB memiliki toleransi beragama yang baik. Dalam satu keluarga saja ada yang penganut Kristen, Islam, Hindu dan Budha.

“Keberagaman itu menjadi warna tersendiri dalam keluarga,” kata The Kok Lay yang juga tokoh Tionghoa dalam suatu kesempatan wawancara. Sebagai warga Tionghoa, mereka semua merayakan Tahun Baru Imlek. Imlek dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tanpa membedakan agama. Karena Imlek bukanlah kegiatan keagamaan, melainkan tradisi yang dianut oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di NTB. (Naniek I. Taufan)

To Top