Edukasi

KPAI Soroti Kasus Percobaan Bunuh Diri

cybertokoh.com – Kasus percobaan bunuh diri seorang siswi SMP di sekolahnya mendapat sorotan banyak pihak. Termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mempertanyakan peran sekolah terhadap para siswanya, khususnya wali kelas dan guru Bimbingan Konseling.

“Kami akan mendalami permasalahan ini. Karena selama peserta didik berada di sekolah maka sekolah wajib melakukan perlindungan terhadap siswanya,” tegas Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang Pendidikan, lewat siaran persnya.

Kasus bunuh diri ini terjadi di SMPN 147, Ciracas, Jakarta Timur. SN melompat dari lantai 3 sekolahnya. SN yang luka parah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, selama dua hari sebelum akhirnya meninggal.

Apa yang menjadi penyebab nekatnya SN terjun dan lantai 3 sekolahnya sampai saat ini masih dalam penyelidikan.
Data sementara, jelas Retno, SN adalah siswi kelas VIII.Dia melakukan percobaan bunuh diri di saat jam sekolah berakhir yakni sekitar pukuk 15.30. “Jika hal ini benar maka kasus ini menjadi kasus pertama di Indonesia karena beberapa kasus bunuh diri anak umumnya dilakukan di rumahnya sendiri,” kata Retno.

Mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta ini juga menyesalkan, guru—Wali Kelas dan Bimbingan Konseling— merupakan sosok orang tua di sekolah, namun tidak menunjukkan empati dan kepekaan terhadap masalah yang dihadapi SN. “Sejatinya, orang dewasa di sekitar anak, baik orangtua maupun guru memiliki kepekaan sehingga bisa mendeteksi gejala-gejala depresi seorang anak agar dapat mencegah anak melakukan tindakan bunuh diri,” ujar Retno.

Bisa saja, tambahnya, alasan remaja seperti SN yang melakukan percobaan bunuh diri begitu rumit, namun bisa juga permasalahan biasa saja. Karenanya pihak guru harus peka akan hal ini. Apalagi kasus ini terjadi di sekolah.
Retno juga mempertanyakan kenapa pihak sekolah tidak segera melaporkan kasus tersebut kepada polisi sehingga bisa segera dilakukan penyelidikan terkait motif, apakah terkait perundungan atau masalah keluarga. (Diana Runtu)

To Top