Sekitar Kita

Mitigasi Bencana dengan Vegetasi Lebih Efektif

cybertokoh.com – Bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Belum ada teknologi yang dapat mencatat secara pasti, baik itu tanggal maupun jam terjadinya bencana. Bencana gempa bumi maupun tsunami di masa lalu hendaknya menjadi referensi bagi semua.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo di JIExpo Kemayoran, Jakarta. “Catatan sejarah kebencanaan banyak tersimpan di Leiden University, Belanda,” tambahnya.

Menurut Doni, mitigasi bencana dengan vegetasi lebih efektif daripada hanya mengandalkan konstruksi manusia. Hal itu terbukti di Sendai, Jepang. Konstruksi yang kuat buatan manusia ternyata tak mampu menahan dahsyatnya gempa dan tsunami. Konstruksi tersebut rusak.

“Ini membuktikan kekuatan alam tidak bisa dicegah dengan konstruksi buatan manusia,” ucapnya.

Sebaliknya, mitigasi dengan vegetasi terbukti bisa lebih kuat dalam mencegah ancaman bencana. Sebut saja misalnya, tanaman cemara udang, vertiver, dll. Sebagai gambaran, jelasnya, hutan pantai dapat lebih melindungi masyarakat dari ancaman tsunami.

Penanggulangan bencana, kata Doni, tidak mudah. Perlu adanya kesadaran bersama untuk ikut menanggulangi. Edukasi bencana sangat perlu dilakukan.

Sebagai contoh, di Konawe Utara, bupati dan jajarannya memiliki koordinasi yang baik dengan BMKG, BPBD, TNI/Polri senantiasa mengingatkan masyarakat. Sehingga, ketika bencana terjadi, tidak ada korban. Hal ini karena semua potensi bencana dapat dicegah dan diminimalisir dampaknya.

“Tahun 2045 Indonesia menuju Indonesia emas. Apa yang harus dilakukan ke depan. Harus ada kebijakan dalam pembangunan, memperhatikan tata ruang sesuai aturan. Masyarakat agar sayang kepada alam karena bila tidak, kerusakan lingkungan terjadi,” jelasnya panjang lebar.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kata mantan Danjen Kopassus ini, BNPB merancang program Keluarga Tangguh Bencana (Katana). “Keluarga menurut riset dapat menyelamatkan diri sebesar 65 persen. Oleh karena itu kesadaran dimulai dari keluarga. Kita semua dapat menjadi pahlawan manusia dengan berkontribusi besar dalam penanggulangan bencana”, ujar Doni. (Diana Runtu)

To Top