Woman on Top

Widyawati Raih Penghargaan Festival Film Asia Pasifik

cybertokoh – Siapa yang tak kenal dengan Widyawati, artis senior yang ngetop di era 1970-1980 an. Ia mulai berkiprah di dunia film sejak tahun 1967, namun namanya baru melejit saat ia membintangi film ‘Pengantin Remaja’ tahun 1971.

Film ini sekaligus juga mempertemukan dia dengan Sophan Sophian yang dikemudian hari menjadi suaminya. Sophan sendiri wafat pada 2008 karena kecelakaan lalu lintas.

Widyawati kini telah berusia 69 tahun dan masih eksis di dunia perfilman tanah air. Kemampuan aktingnya tak lekang dimakan waktu. Ia tetap berkilau di antara banyaknya artis-artis muda. Terbukti, artis senior yang tetap awet muda ini berhasil menyabet penghargaan dalam ajang Festival Film Asia Pasifik (APFF) ke-59 yang berlangsung di Macau 5-9 Januari.

Dalam festival film ini, PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia) mengirim dua film yakni ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ karya sutradara Garin Nugroho dan ‘Ambu’. Widyawati sendiri tampil dalam film ‘Ambu’ yang mengangkat tentang budaya Badui.

Akting memukai dari Widyawati yang berperan sebagai ibu suku Badui menghantarnya meraih penghargaan Artis Pembantu Terbaik APFF. Widyawati menyambut gembira penghargaan yang didapatnya. “Saya bersyukur, ini kehormatan untuk artis segenerasi saya,” ucap waita kelahiran Juli 1950 ini.

Keberhasilan Widyawati meraih gelar artis pendukung terbaik ini sekaligus memecah rekor sebagai artis Indonesia tertua yang pernah meraih penghargaan Artis Terbaik tingkat internasional.

Selain Widyawati, film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ yang diterjemahkan menjadi ‘Memories of My Body’ juga berhasil meraih penghargaan yakni Cerita Asli Terbaik. (Diana Runtu)

.

To Top