Komunitas

“Kebaya Goes to The World” Mulai di Bangkok

Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) memulai program “Kebaya Goes To The World” dengan melakukan serangkaian perjalanan ke Bangkok, Thailand. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan
kebaya ke dunia sebagai busana asli perempuan Indonesia.

“Kami akan menggelar diskusi tentang kebaya di Kedutaan Besar RI di Bangkok, menari dan menyanyi diiringi angklung di Wat Arun, serta fashion show di Sea Junction Mall. Total peserta 35 orang dan tentu saja kami akan mengenakan kebaya selama berada di sana,” kata Rahmi Hidayati, Ketua Umum PBI yang juga pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya.

Menurutnya, kegiatan untuk memperkenalkan kebaya ke dunia harus dimulai dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengajak sebanyak dan sesering mungkin warga negara Indonesia di luar negeri untuk mengenakan busana peninggalan leluhur bangsa ini.

Untuk itu perlu sama-sama dipahami yang mana kebaya, dan yang mana model busana nasional lainnya. Dengan pengenalan yang baik, lanjut Rahmi, akan tumbuh rasa menghargai dan mencintai pakaian yang sudah dipakai leluhur kita sejak ratusan tahun lalu ini.

Ke depannya, rasa cinta itu ditunjukkan dengan kebanggaan menggunakan kebaya dimanapun berada, termasuk di luar negeri. “Peran para perempuan yang tinggal atau berkunjung ke luar negeri menjadi sangat besar dalam mempromosikan keberadaan kebaya ke dunia. Karenanya kami berterima kasih sekali kepada Kementerian Luar Negeri yang selalu mendukung upaya kami ini. Salah satunya dengan membukakan akses dan
menyediakan fasilitas berkumpul dan berdiskusi di berbagai Kedubes,” ujar Rahmi.

Sementara itu, Ketua PBI Yogyakarta Tinuk Suhartini mengatakan, persiapan menari dan menyanyi di Bangkok sudah dilakukan secara intensif dalam satu bulan terakhir. “Sebagian besar kami bekerja dari pagi sampai sore, sehingga latihan dilakukan malam hari. Syukurlah semua berjalan dengan baik,” lanjut Tinuk.

Menurutnya PBI Yogyakarta memang aktif mengisi acara tarian berkebaya di berbagai kesempatan di kota Gudeg tersebut. Latihan rutin dilakukan minimal seminggu sekali, namun untuk penampilan di Bangkok pertemuan menjadi lebih sering mengingat ini acara menari yang pertama di luar negeri.

“Kebaya sudah memberikan banyak pengalaman tak terduga bagi kami, termasuk bepergian ke Bangkok ini. Karena itu kami mencurahkan segala upaya dengan maksimal untuk event ini,” pungkas Tinuk. (rls)

To Top