Kreasi

Menggambar, Cara Mudah Hindari Kepikunan

Menggambar dan mewarnai merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Dari anak-anak hingga orang dewasa bisa melakukan aktivitas ini. Tidak ada benar dan salah dalam menilai sebuah karya gambar karena ini merupakan proses kreatif yang bermanfaat.

“Tiga tahun belakangan ini pun, tren mewarnai untuk relaksasi makin berkembang di seluruh dunia. Sebab, fungsi mewarnai dan menggambar, salah satunya membuat orang lebih rileks. Menggambar juga salah satu cara mudah hindari kepikunan. Dari hasil riset di Polandia. Menggambar mengurangi tingkat demensia. Mungkin bisa dikatakan sebagai art therapy,” ungkap Presiden Direktur Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim, Jumat (25/10) disela-sela acara “Breakfast with CEO”.

Ia menambahkan, bagi anak-anak, menggambar dan mewarnai diyakini bisa meningkatkan skill dan daya kreatif mereka. Halim pun mengatakan mewarnai dengan warna-warna tertentu juga bisa menyerap manfaat yang berbeda-beda. Pihaknya pun sudah bekerjasama dengan salah satu RS di Singapura.

“Anak-anak penderita kanker di sana, diajak mewarnai dengan memilih warna-warna yang bisa menghasilkan energi positif. Ini bertujuan memberikan anak-anak itu motivasi tambahan sehingga fighting spirit mereka tumbuh lagi,” ungkap Halim.

Bertumbuhnya tren baru ini sebagai bagian gaya hidup, diakuinya menyebabkan permintaan produk-produk pensil mewarnai dan menggambar mengalami peningkatan. Total, Faber-Castell Indonesia mampu memproduksi sekitar 3 juta gross pensil setiap tahunnya. Dari keseluruhan produksi tersebut, sebagian besar hasil produksi pabrik di ekspor ke 40 negara. Produk Faber-Castell diekspor ke Eropa, seperti Jerman, Asia, Amerika dan Timur Tengah.

Mengenai tantangan yang dihadapi Faber-Castell ini mengatakan, agak sulit meyakinkan konsumen pentingnya pakai produk berkualitas, meyakinkan semua pemangku kepentingan, pendidikan seni sama dengan pendidikan akademik lainnya. “Banyak orang sukses karena aspek nonakademik. Kekuatan kita di kreativitas dan kultur. Kita malah tidak maintance itu, malah ngikut arus. Akhirnya kita jadi tertinggal,” tegasnya.

Sebagai upaya untuk menyakinkan produk Faber-Castell berkualitas, pihaknya pun menempuh “cara sulit”. Cara ini berupa memberikan workshop kepada guru dan siswa berkaitan dengan menggambar dan mewarnai. Bagi Halim, ini ibarat memberikan kail dan mengajarkan cara memancing. (Ngurah Budi)
 

To Top