Woman on Top

“Langkah Awal Menuju Zero Complain” #1 (Bagian Kedua)    

 Salam Senyum

“Bagaimana cara merekrut para calon pelaku layanan agar mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan harapan perusahaan/instansi?” Dari beberapa refrensi buku layanan yang saya baca dan pengalaman lebih dari 27 tahun terjun sebagai pelaku layanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan merekrut para calon pelaku layanan.

Yang pertama adalah menyampaikan visi layanan  yang tercermin dari budaya layanan yang ada dalam perusahaan/instansi kita  pada iklan lowongan kerja. Tentu ini dicantumkan dengan kata-kata  yang penuh dengan semangat dan motivasi untuk menunjukkan bahwa visi ini sangat penting untuk menjadi dasar para pelamar mampu melakukannya ketika sudah diterima sebagai karyawan. Selain menyampaikan hal ini di lowongan pekerjaan,  sampaikan juga ketika mulai tahap wawancara awal. Yaitu dengan pertanyaan terbuka yang dapat menggali sejauh mana visi ini dapat dipahami oleh para pelamar yang dibuktikan dengan cerita pengalaman yang sudah mereka lakukan.

Langkah kedua untuk mendapatkan ‘bahan baku ‘ yang baik untuk pelaku layanan adalah dengan melibatkan seorang pemimpin layanan dalam instansi/perusahaan Anda. Ketika budaya layanan sudah kuat dilaksanakan dalam perusahaan, maka tentu ini ditentukan oleh seorang pemimpin dalam tim budaya layanan yang terbentuk. Para pemimpin budaya layanan dalam sebuah perusahaan tentu sudah sangat konsisten untuk menjadi role model, coaching, evaluasi, serta melakukan hal-hal yang terkait untuk membuat layanan di perusahaan dapat berjalan dengan baik dan konsisten. Untuk langkah perekrutan yang kedua ini sering keliru dalam pelaksanaannya. Banyak para perekrut calon pelaku layanan, tidak terlalu paham tentang layanan. Dalam artian mereka tidak melibatkan para pemimpin layanan.  Tentu kalau mereka tidak dilibatkan maka penggalian kepada calon karyawan tidak menjurus kepada hal layanan. Namun lebih kepada hal-hal yang tidak terlalu berpengaruh terhadap layanan.

Hal ketiga yang harus dilakukan untuk mendapatkan ‘bahan baku’ yang baik sebagai seorang pelaku layanan adalah dengan meminta kandidat untuk mengevaluasi layanan di perusahaan kita. Bisa dengan membandingkan dengan layanan di perusahaan lain, atau memberi saran untuk perbaikan layanan  yang mereka lihat pada perusahaan kita. Biasanya mereka akan menjawab dengan dua hal yang berbeda. Ada yang langsung memuji dan mengangap layanan di perusahaan kita sudah baik. Namun  ada juga  yang mengkritik dengan ide-ide konstruktif. Lalu sebenarnya, yang mana  yang baik untuk masa depan layanan kita? Jawabannya adalah mereka yang sering memberi saran untuk praktek layanan terbaik  dan tentu saran dengan contoh  layanan  ter- up to date.

Selanjutnya langkah keempat yang dilakukan adalah rekomendasi. Libatkanlah seluruh karyawan untuk merekomendasikan orang-orang yang mereka kenal. Karyawan kita tentu sudah mengetahui dan memahami budaya layanan yang ada dalam perusahaan kita. Dan, mereka akan merekomendasikan orang yang dianggap sesuai dengan visi misi serta budaya layanan perusahaan kita.  Selain melibatkan karyawan dalam merekomendasi, para pelanggan terbaik di perusahaan kita juga dapat dimintakan rekomendasi. Apapun mereka sudah tahu dan merasakan sendiri layanan yang diberikan oleh  perusahaan kita.

Hal terakhir yang mesti dilakukan untuk merekrut ‘bahan baku’ seorang  pelaku layanan  yang baik adalah dengan cara bersabar. Bersabar di sini lebih kepada bagaimana kita tidak memiliki istilah ‘sindrom kursi kosong’. Ketika ada jabatan di posisi layanan  lowong, kita jadi tergesa-gesa untuk mengisi posisi itu. Padahal, dampak dari kesalahan merekrut orang yang akan masuk sebuah tim layanan, akan membuat keseluruhan tim layanan kita tidak nyaman dalam melakukan  proses menuju layanan yang terbaik.

Kelima hal inilah yang  semestinya dilakukan untuk mendapat ‘bahan baku’ yang baik sebagai pelaku layanan. Bukan hanya mengandalkan kesempurnaan fisik, atau selembar kertas dokumen sebagai bukti akademis. Apakah instansi atau perusahaan Anda siap untuk melakukan hal ini? Mari kita mulai memetakan sebuah proses layanan dari langkah awal.

Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi Anda memahami dan melakukan  hal tersebut di atas? Materi ini juga  terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy  dengan judul  ‘Serve with Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya,  seperti ‘Good Communication for Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’  dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/iInstansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

 

Salam 3SP

Salam Senyum Sang Penyihir

Sri Sumahardani

srisumahardani3sp@gmail.com

www.srisumahardani.com

 

 

 

 

 

To Top