Sekitar Kita

Aneka Pameran Makanan di Bali Interfood

 

Krista Exhibitions kembali menggelar Bali Interfood 2019 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, (26 s.d. 28/9).

Menurut Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama, Daud D. Salim mengatakan, pameran selain diikuti restoran dan kafe, kali ini juga melibatkan pelaku UMKM. “Ada 25 UMKM yang berpartisipasi diantaranya 10 dari UMKM Bali dan 15 dari Jatim,” ujarnya, saat jumpa pers di kantor Bali Tourism Board, Renon, Denpasar, Senin (23/9).

Untuk peserta pameran diikuti lebih dari 100 peserta dari 17 negara diantaranya, Jepang, China, Italia, Thailand, dan AS.
Bali Interfood juga menawarkan berbagai macam teknologi yang bermanfaat dalam industri pengolahan makanan dan minuman.
Target pengunjung 13 ribu orang.
Ia mengatakan, ada peningkatan jumlah peserta pameran dibandingkan dua tahun lalu saat digelar acara yang sama.
Kelebihan lain dalam Bali Interfood ini, ada juga Indonesian Pastry Aliance yang ikut berpartisipasi.
Ia berharap, kegiatan ini menjadi sarana yang bermanfaat bagi pelaku usaha khususnya di bidang pengolahan makanan dan minuman dan pendukung lainnya dalam meningkatkan daya saing produk makanan dan minuman yang merupakan industri yang berpengaruh bagi pariwisata di Indonesia. Bali Interfood juga dapat menciptakan inovasi terbaru dalam perkembangan produk dan terjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan para peserta pameran baik dari dalam maupun luar negeri.
Ia juga berharap Bali Iñterfood menjadi jembatan antara delegasi penelitian dan pengembangan, produsen, konsumen, serta suplier.

Perry Markus, Sekjen PHRI Bali mengatakan,
Selain seminar dan workshop yang digelar, ada juga pameran dan seminar tentang sistem aplikasi yang ada di hotel seperti keuangan dsb.
Ia menilai, kegiatan ini sangat bagus karena dapat menjadi pembelajaran bagi enterpreneur muda.
Sementara Budhi Wibowo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia mengatakan, dengan keikutsertaan di Interfood ini juga untuk mencapai target 10 persen masuk pasar lokal.
Pameran ini juga, kata dia, sebagai salah satu sarana promosi. “Pameran ini berskala internasional banyak sekali pengunjung dan buyer dari luar negeri yang datang dan saat yang tepat untuk berpromosi. Kami akan memamerkan produk siap masak dan juga seminar tentang keamanan pangan,” ujarnya.

Agus Susanta, Ketua Indonesian Pastry Alliance (IPA), mengatakan, akan ada banyak lomba yang digelar seperti menciptakan makanan penutup dalam waktu 8 jam, termasuk lomba kreasi makanan yang bisa bersaing dengan teknologi negara lain.
“IPA memberi ruang dan tempat bagi para talenta Bali agar bisa bicara di luar negeri. Untuk urusan pastry bakery Indonesia masih kalah dengan Malaysia,” kata Agus.
Ia menyatakan, dengan kesempatan ini memberi kesempatan IPA untuk mendidik para generasi muda untuk terus berkreasi.
Bali Interfood terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat mulai pukul 10 sampai 19.00 dari hari Kamis sampai Sabtu. (Wirati).

To Top