Sekitar Kita

Jangan Kebablasan Maknai Emansipasi

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak kaum wanita, khususnya di Bali agar tidak melupakan ‘akarnya’ sebagai ibu rumah tangga. Bahwa jangan sampai atas nama emansipasi, seorang perempuan lantas mengejar karir setinggi-tingginya sampai melupakan peran dalam rumah tangga

“Padahal peran seorang ibu rumah tangga itu merupakan benteng pertahanan, untuk mencetak calon pemimpin dan SDM yang unggul. Di sanalah peran terpenting seorang ibu,” kata Ny Putri Koster dalam dialog Bersama Bali TV bertajuk ‘Revitalisasi Peranan Ibu Dalam Rumah Tangga’, yang berlangsung Senin (16/9) petang

Dalam dialog yang disiarkan pada program ‘Perempuan Bali Bicara’, Ny Putri Koster mengingatkan para wanita masa kini untuk tidak kebablasan dalam memaknai emansipasi wanita. “Emansipasi adalah memaksimalkan peran ibu dalam rumah tangga. Satu yang diperlukan wanita adalah penghargaan atas upaya dan kewajibannya di rumah tangga. Pencapaian tertinggi seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga yang baik dan anggota keluarga yang lain perlu menghargai hal ini,” jelas wanita yang akrab disapa Bunda Putri tersebut.

Lebih jauh, Ny Putri Koster mengatakan, sesungguhnya di Bali yang disebut emansipasi wanita atau peranan wanita tidaklah menjadi persoalan yang patut mendapatkan perhatian khusus. “Perempuan Bali, sudah mendapatkan perannya yang khusus. Perempuan Bali sudah dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi. Mungkin bisa dikatakan perannya dibandingkan laki-laki hampir setara, misalnya suaminya mencari nafkah istrinya menjaga keharmonisan keluarga. Begitupun di masyarakat, tanggung jawabnya hampir setara,” katanya.

Dia melanjutkan, konsep kesetaraan itu mungkin sudah dijalankan sejak zaman dahulu di Bali sehingga hal tersebut sudah mengakar, di mana dalam ajaran agama Hindu pun peran wanita sangat dihargai.

Selain itu, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa seorang ibu rumah tangga merupakan suatu profesi yang sangat mulia, mengingat ibu memegang peran yang amat penting, khususnya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, pendidikan dan pembentukan karakter anak.

Ketiga poin itu bukanlah perkara yang mudah, terutama dalam hal mendidik anak, maka dibutuhkan ilmu dan cara yang baik dalam melakukannya. Peran ini hanya dapat dilakukan seorang ibu dan tidak dapat digantikan oleh siapapun juga.

Untuk itu, Ny Putri Koster sangat mengapresiasi para ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang mencurahkan semua waktunya untuk merawat anak dan keluarga, sehingga sudah sepatutnya seorang ibu merasa bangga jika menjadi ibu rumah tangga.

“Untuk itu, saya berharap seluruh wanita di Bali menyadari potensi dirinya sendiri sehingga mampu membawa keluarga menjadi keluarga yang harmonis dan tentunya dapat mencetak SDM yang berkualitas. Untuk mencapai hal itu, tentunya harus disinergikan dengan peran laki-laki dalam rumah tangga. Karena tidak akan ada wanita yang hebat jika tidak ada laki-laki yang kuat, jadi keduanya ini harus bersinergi dan satu komitmen,” ujar Ny Putri Suastini.

Pada momentum tersebut, selain Ny Putri Koster juga terdapat narasumber lain yaitu Psikiater/Dosen Psikiatri FK Unud, Dr dr Anak Ayu Sri Wahyuni Sp.KJ. (Wirati).

To Top