Kreasi

Avara Rilis “Kewatesin Kasta”

Avara kembali merilis single terbaru yang dibarengi dengan video klip. Single tersebut diberi judul “Kewatesin Kasta”.

Band bentukan 4 orang personil di 2018 ini total sudah merilis sebanyak 4 lagu lengkap dengan video klipnya. Semuanya bisa disaksikan di platform digital youtube.

Mengusung genre modern rock, band yang diisi oleh Indrawira (vocal, guitar), Gery (guitar), Made Sugiantara (bass), dan Gusde (drum) ini fokus untuk memperbanyak materi lagu dan jam manggung di ranah musik Bali.

Avara sendiri awalnya telah direncanakan dibentuk dari tahun 2013 oleh Indrawira dan Gery sebagai inisiator. Indrawira yang juga tergabung dalam band Symphony of Silence (SoS) dan Gery dengan Hanamura berinisiatif untuk mengembangkan potensi musik mereka dari lokal indie ke ranah musik Bali.

Pada dasarnya mereka juga merupakan penikmat musik berbahasa Bali. Namun, sayangnya ide tersebut masih harus tertunda lantaran belum menemukan personil yang tepat pada posisi bass dan drum. Seiring berjalannya waktu, pada awal 2018 rencana ini berhasil diwujudkan dengan bergabungnya Made dan Gusde. Made merupakan gitaris yang sering mengisi event reguleran, namun dia siap berkomitmen untuk bermain bass. Sedangkan Gusde merupakan drummer yang juga berkecimpung di musik indie lokal sebelumnya dengan band Instant Karma, ex Good Morning Sunrise dan sebagai additional player Ice Cream Attack.

“Kewatesin Kasta” yang dirilis kali ini menceritakan tentang kisah cinta yang kandas karena perbedaan kasta. Polemik tersebut masih ada dalam kehidupan kita, terutama di Bali. Kisah cinta itu kemudian dirampungkan menjadi sebuah lagu dengan balutan musik slow rock dengan lirik berbahasa bali yang simple dan mudah dimengerti.

Audio recording dikerjakan di studio milik Indrawira, Post Record Bali dan memakan waktu sekitar 10 hari pengerjaan. Dilanjutkan dengan proses pengerjaan video klip. Konsep yang diambil menceritakan sepasang kekasih yang mengingat kembali kisah cinta mereka yang pupus dikarenakan perbedaan kasta.

Setting tempat untuk story video mengambil beberapa tempat di kota Denpasar. Sedangkan untuk video band dikerjakan di area Danau Tamblingan. “Uniknya, semua gambar direkam menggunakan kamera dari ponsel,” ujar Indra.

Tokoh laki-laki dalam video klip ini diperankan Yudi Darmawan yang juga merupakan personil band Bali, Leeyonk Sinatra. Sedangkan tokoh perempuan diperankan Tri Paramitha yang merupakan mahasiswi di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Berkat dukungan dari rekan-rekan rumah produksi Jibolba Baker dan dnj Production, akhir Juli proses pengambilan gambar akhirnya bisa dirampungkan. Ending dari cerita ini adalah mereka tidak akan kembali bersama dan menjalani kehidupannya masing-masing .

“Dengan beberapa slow motion yang bisa ditonton dalam video klip kali ini, semoga bisa memberikan warna berbeda bagi musik Bali dan tentunya dapat diterima oleh para pendengar dan menginspirasi para penikmat musik,” harap Indra. (rls/Ngurah Budi)

To Top