Sekitar Kita

Reklamasi Dihentikan, Pelindo III Siap Lakukan Penataan Kembali Kawasan Pelabuhan Benoa

Gubernur Koster bersama Ridwan Djamaluddin dan Doso Agung

Konflik terkait reklamasi di kawasan Pelabuhan Benoa akhirnya selesai dengan kesepakatan bersama antara Gubernur Bali dan pihak Pelindo III.

Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, didampingi Dirut Pelindo III, Doso Agung, dan Gubernur Bali I Wayan Koster memberi pemaparan dengan detil dalam acara jumpa pers dengan awak media, Sabtu (7/9), di di Rumah Jabatan Gubernur di Jaya Sabha Denpasar.

Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, mengatakan, sesuai keputusan dalam rapat koordinasi penanganan masalah pengembangan Pelabuhan Benoa di kantor Kemenko Maritim di Jakarta pada tanggal 2 September, pemerintah menyadari penumpukan material dan pengerukan pelabuhan Benoa, mengakibatkan penyebaran sedimen ke luar area Dumping Site 2, sehingga, mengakibatkan matinya tanaman mangrove di sekitar kawasan tersebut.

Untuk menangani masalah tersebut, PT Pelindo III tidak akan melanjutkan perluasan, namun akan menata, memitigasi dampak, dan merestorasi kondisi lingkungan di kawasan dan perairan Pelabuhan Benoa, Bali.

Selanjutnya, PT Pelindo III dengan KSOP Benoa akan meninjau kembali dokumen Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa yang berlaku saat ini dan arahan Gubernur Bali.

Pemerintah melalui Kemenko Maritim juga membentuk Tim Koordinasi Pemantauan yang terdiri dari para pejabat dan pakar dari Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Perguruan Tinggi untuk mengumpulkan data dan informasi terkait masalah tersebut.
“Rekomendasi tindaklanjut akan disusun dengan memperhatikan kepentingan nasional, daerah dan kearifan lokal,” kata Ridwan.

“Terhadap kondisi yang berkembang, kami minta maaf kepada semua pihak, tentunya kita tahu, kerusakan lingkungan adalah sesuatu yang tidak diharapkan oleh semua pihak, mungkin ada kesalahan mendasar, kesalahan teknis, dan kesalahan tata kelola, dan akan segera kami perbaiki,” ungkap Ridwan.

Sementara menurut Gubernur Bali I Wayan Koster mengakui pihaknya telah menyampaikan surat penghentian proyek reklamasi di kawasan Pelindo Benoa lantaran terjadi kerusakan di sekitar lokasi dan langsung direspon pemerintah pusat.

“Kita ini satu pemerintahan, jadi dalam konteks pembangunan harus ada sinkronisasi dan harmonisasi yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah Bali,” kata Gubernur Koster. (Wirati).

To Top