Woman on Top

“Hati yang Berkarat” 

Salam Senyum

Tidak disangka bertemu dengan teman lama. Kariernya tergolong bagus. Sekarang dia sudah menjabat  di salah satu pemerintahan. Banyak hal menjadi topik pembicaraan kami. Salah satunya adalah tentang layanan atau tepatnya layanan publik.

Ketika saya masih bekerja di salah satu BUMN terbesar di Indonesia, sering menilai layanan yang kita berikan kepada para pelanggan itu sudah baik. Bahkan sempat berbangga ketika dalam tahun tertentu mendapat penghargaan. Penghargaan bisa datang dari  eksternal seperti komunitas, perusahaan, atau apa saja. Namun dapat juga dari kalangan internal dalam ajang tahunan.  Dan hal  ini biasanya  menjadi tolak ukur keberhasilan dalam layanan.

Saat ini dalam keseharian, posisi saya lebih sering menjadi pelanggan. Tidak seperti dulu lagi.  Dimana minimal 8 jam sehari saya menjadi seorang pelaku layanan. Apa yang membedakan? Dalam ilmu layanan, jika posisi kita sebagai pelaku layanan terdapat istilah ini. “Pakailah ukuran sepatu dari customer”. Ini dapat diartikan bahwa kenyamanan layanan yang kita berikan kepada pelanggan, belum tentu sesuai dengan ukuran kenyamanan dari seorang pelanggan. Dan inilah yang terjadi. Dengan posisi saya saat ini yang lebih banyak sebagai seorang pelanggan, maka dalam keseharian, banyak hal  yang saya temukan untuk dibenahi dalam layanan.

Kembali ke cerita awal. Sebenarnya tingkat kepuasan layanan yang diberikan terletak pada pelanggan. Bukan pada pelaku layanan. Untuk hal ini, teman saya bertanya lagi. “Sebenarnya apa yang menjadi dasar dalam  melayani?” Inilah pertanyaan umum yang sering saya dengar. Dengan menunjuk dada saya berkata, “di  sini letaknya. (hati)”, jawab saya dengan pasti.

Kenapa layanan publik selalu menjadi sorotan masyarakat? Karena melalui layanan yang baik kepada masyarakat, akan timbul kepercayaan atas citra pemerintahan yang baik. “Lalu mulainya dari mana?”, teman saya bertanya lagi. Lagi-lagi inilah pertanyaan umum yang sering ditujukan kepada saya. Kembali saya jawab, “melalui hati”, sambal menunjuk dada yang di dalamnya tentu ada hati. Biasanya orang-orang yang tidak mau mengubah perilaku layanan, karena hatinya sudah menolak. Menolak untuk menjadi pelayan masyarakat. Hal ini bisa karena status, jabatan, kekayaan, posisi, gengsi, dan lain sebagainya.  Penolakan ini sudah tertanam. Bertahun-tahun, bahkan ada yang sudah menjadi habit (kebiasaan), bahkan karakter.  Dan inilah diumpakan dengan istilah ‘hati yang sudah berkarat.’

Jika sudah berkarat hatinya, tentu cara menghilangkan karat itulah yang kita cari. Penghilang hati yang berkarat dalam layanan dapat dengan cara menanamkan filosofi melayani dengan setulus hati. Salah satu filosofinya adalah,  ‘Melayani Tuhan melalui manusia’.

Dalam filosofi layanan ini (melayani Tuhan melalui manusia), akan memberi pemahaman, bahwa layanan yang kita berikan kepada orang lain, pertanggung jawabannya bukan pada saat kita ada di dunia. Namun, hal itu akan sepenuhnya kita pertanggungjawabkan ketika kita sudah di alam yang berbeda (kematian). Semasih hidup di dunia, mudah untuk kita pertanggungjawabkan layanan dengan jawaban yang keluar dari mulut kita sendiri. “Layanan kita sudah baik, layanan kita sudah maksimal, kita sudah ramah melayani, kita sudah cepat dan tanggap melayani”, dan berbagai kalimat lain. Namun apakah hal ini dapat kita lakukan sama ketika kita sudah hidup di alam yang berbeda? Bukankah kita percaya, bahwa Tuhan itu maha mendengar, maha mengetahui, maha bijaksana dan maha-maha yang lainnya? Tentu apapun yang kita lakukan terhadap layanan akan menjadi catatan olehNya.

Perbincangan pun diakhiri dengan kalimat, “Semua dapat kita lakukan, ketika kita mau untuk mengawalinya. Salah satunya dengan menghilangkan karat yang ada di hati kita”.

Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan  hal tersebut di atas? Materi ini juga  terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy  dengan judul  “Serve With Love” atau buku saya dengan judul “Service A la Carte”, serta materi-materi pelatihan yang lainnya,  seperti “Good Communication For Good Perfomance”,”Great Personality”, “Upgrade Your Selling Skill”  dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

Salam 3SP

Salam Senyum Sang Penyihir

Sri Sumahardani

srisumahardani3sp@gmail.com

www.srisumahardani.com

 

 

 

To Top