Kolom

“RINDANG BERDENDANG”

“Salam Senyum”

Disaat orang berlomba untuk membuat gedung yang megah, dengan warna warni yang gemerlap seolah menusuk mata ketika memandangnya. Ternyata yang terlihat di tempat ini sangat berbeda. Untuk kesekian kalinya saya memasuki halaman ini untuk sharing ilmu dan pengalaman,  baik untuk  para instruktur maupun karyawannya. Terkesan begitu sejuk, hijau, dan tentu jauh dari kesan hingar bingar oleh sempitnya tata ruang untuk menuntut ilmu. Ruang terbukanya dapat membuat jatuh hati untuk berlama-lama berada di antara rindangnya pepohonan. Walapun  untuk hanya sekadar duduk atau minum teh menikmati suasana yang ada.

Di manakah sebenarnya saya berada saat itu? Inilah Monarch, tepatnya Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan (LPK) Monarch Bali. Dimana LPK ini di saat tahun ajaran baru, selalu mendapat serbuan  ribuan calon mahasiswa yang akan ingin menempuh pendidikan di lembaga ini. Ada yang menarik untuk diceritakan, yang tentu sangat erat kaitannya dengan kolom ini yang membahas dunia service/layanan .

Apapun usaha yang digeluti tentu tidak terlepas dari layanan. Begitupun  dunia pendidikan. Banyak orang ketika memasuki sebuah lembaga pendidikan baik universitas, institut, LPK, dan lain-lain, orang tersebut merasa tidak nyaman. Bahkan dari hasil mendengarkan cerita dari para tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), kenyamanan tempat mereka menuntut ilmu menjadi salah satu kriteria pemilihan sekolah.

Beberapa hal yang menjadi penyebab ketidaknyamanan  adalah, yang pertama para dosen, intsruktur, dan karyawan  terkesan ‘serem’ atau angker. Serem atau angker di sini bukan tentang ‘hantu’. Tapi lebih kepada bagaimana perilaku para instruktur dan  karyawan di sebuah kampus. Nah kalau tempat menuntut ilmu sudah tidak bersahabat, maka dapat dipastikan yang menuntut ilmu tidak akan maksimal. Mengapa sih harus serem dan angker? Bukankah lebih baik semua karyawan, dan para instruktur dibiasakan untuk ramah, peduli, penuh senyum dan selalu mempunyai jiwa melayani?

Ketika saya masuk ke tempat ini, semua welcome, baik instruktur maupun karyawannya. Meraka menyambut dengan ramah, seolah-olah kita sudah menjadi sahabat mereka, bahkan sahabat lama. Senyum tulus terlihat dari gestur, ucapan dari kata-kata mereka  terlatih dengan baik sehingga saya yakin para tamu yang hadir di tempat ini akan betah berlama-lama.

Yang kedua penyebab ketidaknyamanan adalah lingkungan yang dibatasi oleh tembok dari bangunan yang kaku. Siapapun akan lebih nyaman ketika berada di areal yang menyediakan banyak ruang terbuka. Akan terhindar dari rasa bosan, bahkan diharapkan rindangnya pepohonan di halaman akan membuat ide-ide kreatif yang timbul. Kalau di Monarch Bali, tentu jauh dari kesan membosankan ini. Karena halamannya penuh diisi tanaman yang dapat  menghijaukan pandangan.

Hal lain yang mesti diperhatikan adalah keceriaan. Dalam teori layanan, mereka yang dapat melayani dengan ceria akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggannya. Hal ini tentu sangat penting. Pelaku layanan yang ceria akan berdampak positif kepada lingkungannya, termasuk pelanggan dan rekan kerja  dalam team nya. Kalau di Monarch Bali? Canda hangat mereka seperti mengalir begitu saja, seolah menjadi habit. Dan ini membuat kesan jauh dari suasa kaku dan dingin.

Selain hal di atas, masih banyak hal yang dapat dilakukan agar terciptanya lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan.  Semoga nantinya akan banyak  lembaga pendidikan yang bukan hanya bisa mengajarkan tentang hospitality, tapi mereka sendiri, yaitu para mahasiswa, insruktur, dan karyawannya dapat lebih mengaplikasikan dalam proses ajar mengajar di lembaga tersebut. Rindangnya suasana, akan membuat semua seolah berdendang dalam  kebahagiaan.

Terima kasih Monarch Bali yang sudah kesekian kalinya  mempercayakan kepada kami untuk sharing agar dapat  meningkatkan kualitas dari sumber daya manusianya.

Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan  hal tersebut di atas? Materi ini juga  terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy  dengan judul  ‘SERVE WITH LOVE’ atau buku saya dengan judul ‘SERVICE A LA CARTE’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya,  seperti ‘GOOD COMMUNICATION FOR GOOD PERFOMANCE,’ ‘GREAT PERSONALITY,’ ‘UPGRADE YOUR SELLING SKILL’  dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu.

Salam 3SP

Salam Senyum Sang Penyihir

Sri Sumahardani

srisumahardani3sp@gmail.com

www.srisumahardani.com

 

 

 

To Top