Sosialita

Winie Kaori, Ratu Dupa: Berbagi Ilmu Cara Buat Dupa

Dupa merupakan salah satu sarana persembahyangan. Aroma dupa diyakini mampu meningkatkan konsentrasi saat sembahyang. Kini dupa tidak hanya untuk keperluan spiritual tetapi sudah menjadi bagian dari lifestyle. Aroma alami dupa membantu meningkatkan vibrasi positif di tempat kita berada.

“Kami mulai usaha dupa awal 2010. Dari garase rumah, jadi sejarah. Dari tidak tahu bahan baku, tidak tahu proses produksi sampai akhirnya kami tahu bagaimanamembuat kelebihan dupa.  Tahun 2010-2013 merupakan masa pengembangan usaha dupa Kaori. Dari pembuatan sampai pengemasan dupa, semuanya melalui proses,” ungkap Direktur Utama Kaori Group Ni Kadek Winie Kaori I.M., S.E.,M.M.

Ia menuturkan menekuni bisnis dupa karena sehari-hari pakai dupa. Dupa punya peran vibrasi ke alam bawah sadar untuk kita bisa lebih konsentrasi. Dengan mencium bau dupa, ingat Tuhan, ingat sembahyang. Sembahyang tidak harus ke Pura yang jauh. Kita memuja Tuhan dengan cara sederhana, dengan media air, bunga, api. Kalau tidak punya pejati, atau gebogan cukup dengan dupa. “Tuhan tidak meminta suatu yang lebih, apa yang bisa kita berikan asalkan ikhlas, pasti diterima,” ujar Kaori.

Kini Kaori tidak hanya berkiprah di perdupaan, Ia juga menekuni usaha air minum kemasan, beras sehat, parfum, dan suvenir. “Dari baru bangun sampai tidur banyak peluang usaha yang bisa ditekuni. Segala keperluan masyarakat inilah yang kami sediakan. Dari lima divisi usaha Kaori, dupa pasupati merupakan produk unggulannya karena punya kelebihan dari dupa lain. Tidak hanya untuk sembahyang, tapi untuk manfaat lain,” tegas peraih penghargaan Enterpreneur Muda 2018 dari OJK Regional  8 Bali dan Nusa Tenggara ini.

Dupa bisa dimanfaatkan untuk membuat ruangan nyaman. Vibrasi atau energi dalam satu ruangan dengan ruangan lain beda. Kalau ada energi negatif, bisa  dinetralisir dengan dupa tridatu yang sudah dipasupati. Tancapkan tiga dupa yang memiliki warna merah, putih, dan hitam, niscaya akan mentralisir energi negatif dalam suatu tempat. Ciri khas dari dupa pasupati produksi Kaori adalah kemasan yang isi uang kepeng, benang tridatu dan brosur petunjuk pemakaian dan manfaat, serta quote dari Bhagawadgita.

Kaori juga memperkenalkan kemasan inovasi baru berwarna biru. Kemasan ini tidak lagi menggunakan plastik sebagai lapisan luar. Gambar yang ditampilkan berupa Dewa Siwa yang memancarkan aura. “Kemasan biru ini tanpa plastik, jadi mengurangi pencemaran lingkungan. Kalau sudah habis, kemasan jangan dibuang. Bawa ke toko atau agen untuk ditukarkan dengan hadiah. Dalam kondisi rusak pun diterima. Kami akan daur ulang.  Hadiahnya berupa dupa, parfum, atau arak berem. Ini bagian dari menjadikan konsumen loyal dan cinta produk lokal,” ujar The 1st Winner of Indonesia Young Woman Future Business Leaders 2018 dari SWA ini

TAHAN 10 JAM

Selain kemasan baru, Kaori juga memiliki kemasan go green yang  terbuat dari anyaman bambu dan pandan. Kemasan alami ini tidak mengurangi khasiat dupa. Bisa diisi ulang dan bisa dibawa ke mana-mana. Di rumah pun, kemasan ini bisa menjadi aksesoris percantik ruangan. Ada juga kemasan bambu yang masih disukai pelanggan setia. Beraneka dupa dalam berbagai kemasan ini bisa dipakai untuk suvenir dan oleh-oleh.

Winie bersama aneka produk Kaori Group

Di tiap kemasan, Kaori menampilkan quote yang dikutip dari Bhagawadgita, Weda, dll yang bisa dipakai untuk introspeksi. Quote atau kata bijak ini ada di 18 kemasan dupa Kaori.

Untuk dupa yang dipakai sebagai pengharum ruangan, Kaori memiliki dupa herbal. Satu batang ada yang bisa nyala 2 jam dan ada yang 3 jam. Juni 2019 nanti ada launching dupa yang bisa menyala sampai 10 jam. Dupa  ini termasuk dupa sehat karena tidak membuat mata pedih atau kepala pusing.

“Banyak orang menghirup dupa yang ternyata tidak sehat. Jangan hanya cari harum saja, padahal itu bisa bikin sakit seperti sesak napas. Masyarakat sekarang sudah cerdas. Mari jaga kesehatan keluarga dengan pilihan dupa sehat. Dupa tridatu Kaori dari serbuk gaharu dan menyan yang alami. Tanpa bahan kimia dan parfum,” ujarnya.

Kini dupa banyak dijadikan salah satu media untuk meningkatkan konsentrasi saat yoga dan meditasi. Di kantor pun sudah jadi budaya untuk menghidupkan dupa. Banyak masyarakat sudah membuktikan manfaat dupa pasupati, misalnya anak kecil yang sering menangis malam hari, dengan menyalakan dupa Kaori, anak tersebut menjadi lebih tenang tidurnya. Menghidupkan dupa juga mem-booster diri agar makin semangat.

VISIT FACTORY

Untuk proses produksi dupa, Kaori menjelaskan dilakukan di dua tempat.  Pabrik 1 di Banjar Kutuh, Ubud khusus mengemas dupa Kaori dan pabrik 2 di Desa Mas khusus untuk memproses dupa dari bahan baku, adonan, proses cetak dupa serta menjemurnya.

Kaori menerima kunjungan saat Visit Factory

Kaori juga membuka program Visit Factory. “Ada peranan media sosial sejak 2018.  Kami share di medsos bagaimana proses produksi. Ternyata ada yang lihat dan tertarik. Akhirnya ada sekolah dan kampus yang datang untuk melihat langsung,” ujar Kaori. Waktu kunjungan dibuka Selasa dan Jumat pukul 9.00-11.00 atau 15.00-17.00.

Sebelum ke pabrik, pengunjung diajak untuk meditasi bersama dahulu supaya lebih fokus untuk mendengarkan pemaparan teori dari produksi hingga pemasaran dupa Kaori. Setelah kunjungan ternyata ada yang ingin buat dupa pakai nama sekolah. Ini bisa dijual saat sembahyang Purnama  dan Tilem. Bagi Kaori, ini bentuk nyata aplikasi hasil pelatihan kewirausahaan.

“Saya positif thinking, memberi kebaikan dan tidak pelit ilmu. Semua orang punya rezeki. Jangan tutup pintu rezeki orang, Bantu buka pintu rezeki orang. Makin banyak pengusaha akan menyadarkan mereka jangan konsumtif tapi harus produktif. Gugah niat biar tertarik, senang. Kalau sudah senang tidak ada merasa lelah, inilah passion kembangkan usaha,” ujar pemenang Jegeg Bali tahun 2005 ini.

Selain berkelompok, Kaori juga membuka kelas privat untuk wisatawan. Ada wisatawan asing juga dari beberapa negara Eropa belajar privat membuat dupa. Bagi mereka, aroma dupa sebagai pengganti spray, karena aroma dupa itu alami. Di Bali, mereka tidak hanya jalan-jalan lihat pemandangan tetapi bisa dapat pengalaman membuat dupa. –wah

 

Jujur, Komitmen, dan Bertanggungjawab

Bagi yang ingin bergabung bersama dupa Kaori, syaratnya mudah. Dupa itu punya peluang besar ke depannya. Dari keuntungan Rp 2 ribu dikali sekian, bisa menghasilkan omzet jutaan rupiah.

Inovasi tempat dupa dari Kaori

Dengan modal awal Rp 500 ribu bisa menjadi agen Kaori. “Punya niat aja untuk usaha, kami siap dukung barang-barang Kaori Group. Tetapi, kalau tidak punya niat, bagaimana kami bisa dukung. Kami akan bantu bagaimana membuka peluang bisnis. Pertama, samakan energi dulu yuk. Intinya jujur, komitmen, bertanggungjawab,” tegas Winie Kaori.

Kaori Group juga siap bersinergi dengan Bumdes, terutama  bagi suatu desa yang ingin punya produk dengan brand desa itu. Kaori Group memberikan pelatihan dan pembinaan untuk mengembangkan usaha dupa di desa dari persiapan bahan baku sampai jadi dengan merek desa setempat.

“Siapa di Bali yang tidak pakai dupa, ini peluang bisnis dan pendampingan usaha desa. Sinergi desa karena ekonomi kreatif mulai dari desa. Kalau desa sudah pakai secara signifikan, nanti akan berkembang ke masyarakat lain. Jadi desa mandiri. Jangan gengsi jualan dupa,” ungkap ibu tiga putra ini. –wah

To Top