Edukasi

Versatile Jacket Bawa Emi SC ke Jakarta

Pelajar dari lima SMA dan SMK di Denpasar bersaing menunjukkan keterampilan mengelola usaha mikro berbasis sosial dalam kegiatan Regional Student Company Competition 2019. Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Citi Indonesia (Citibank) melalui payung seluruh kegiatan CSR-nya, Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI). Acara Regional Bali dilaksanakan di Sanur, Minggu (12/5).

Setelah melalui penilaian, tim juri yang terdiri dari Windu Segara Senet (enterpreneur Bali pemilik Mangsi Coffee n Grill), Kadek Winie Kaori (pengusaha wanita pemilik Kaori Group), serta Robert Gardiner (Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia), akhirnya menetapkan Emi SC dari SMAN 2 Denpasar sebagai juara The Best Student Company in Denpasar.

Emi SC memproduksi Versatile Jacket, jaket tahan air yang memiliki bantalan di bagian hoodie dan dapat diubah menjadi tas selempang. Selanjutnya Emi SC akan menjadi wakil Bali di ajang nasional, Agustus 2019 di Jakarta.

Adelia Putri Adnyana, President Director Emi SC menjelaskan dirinya dan tim berbahagia dengan prestasi yang berhasil diraih. Mereka mengaku memiliki wawasan baru mengenai wirausaha dari program Student Company ini.

“Membuat bisnis yang menguntungkan sudah biasa, tetapi yang bisa menghasilkan profit sekaligus bermanfaat itu luar biasa. Selain produk yang menjawab permasalahan, kami juga memiliki kegiatan corporate social responsibility sebagai bentuk keseimbangan antara keuntungan yang diraih dengan kontribusi sosial yang diberikan. Terima kasih PJI dan Citibank atas pengalaman dan motivasi yang diberikan,” ujarnya.

Dalam kompetisi kewirausahaan ini, para pelajar memaparkan konsep bisnis yang dikembangkan serta memamerkan produk yang dihasilkan sebagai solusi atas sebuah permasalahan sosial. Kelima sekolah tersebut, antara lain SMAN 2 Denpasar, SMAN 4 Denpasar, SMKN 3 Denpasar, SMK Bintang Persada, dan SMK Pariwisata Harapan.

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengungkapkan, generasi muda perlu diberikan wadah untuk mengasah minat berwirausaha, mengembangkan kreativitas yang dimiliki, sekaligus melatih kepekaan menangkap peluang dari sebuah isu sosial.

“Dalam program Perusahaan Siswa (Student Company/SC) ini, para pelajar berkesempatan untuk mengalami secara langsung bagaimana mengoperasikan sebuah bisnis. Melalui pembelajaran praktis, mereka dapat memahami tantangan serta risiko bisnis secara konkret. Kondisi demikian akan memperkaya wawasan para pelajar dalam mengembangkan strategi bisnis sekaligus menstimulasi insting dalam berwirausaha. Ini merupakan wujud komitmen Citi Indonesia untuk memberikan kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi generasi muda atau kami sebut youth economic opportunities serta mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama yang diinisiasi oleh generasi muda,” ujarnya.

Tingginya motivasi untuk berwirausaha tidaklah menjadi jaminan terhadap jumlah bisnis yang sungguh terbentuk. Sebanyak 44% anak muda berusaha untuk memulai sebuah bisnis, namun hanya 6% yang akhirnya benar-benar menjadi pengusaha. Berdasarkan hasil survei Pathways to Progress yang dilakukan oleh Citi Foundation dan Ipsos pada tahun 2017, 79% anak muda secara konsisten menyatakan bahwa mereka membutuhkan lebih banyak keterampilan dan pengetahuan sebelum memulai sebuah bisnis. Indikasi ini semakin menegaskan komitmen Citi Indonesia untuk membantu generasi muda menemukan solusi dari tantangan berbisnis serta mewujudkan mimpi mereka menjadi wirausaha.

Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner menyampaikan, selama lima tahun, kemitraan antara PJI dengan Citibank telah sukses memberikan manfaat melalui edukasi kewirausahaan kepada lebih dari 46.000 siswa-siswi dari 137 SMA dan SMK di Indonesia.

“Gagasan inovatif yang mendasari bisnis mereka menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Melalui inisiatif ini, PJI dan Citibank berupaya membuka jalan bagi para pelajar untuk mengeksplorasi dan mengoptimalkan kemampuan berwirausaha sekaligus menanamkan nilai pentingnya membangun sebuah bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar pria yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi ‘Youth Sociopreneurship Initiative’ yang didukung pendanaan dari Citi Foundation. Melalui program ini, para pelajar dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan (SC-Student Company) di sekolah. Hal ini termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan. Selama periode program, para pelajar juga akan mendapatkan pendampingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan karyawan Citibank yang tergabung dalam Citi Volunteers.

Sementara itu, Windu dan Kaori salut dengan kreativitas dan inovasi para siswa SMA dan SMK ini. “Inilah yang seharusnya dilakukan. Menyiapkan generasi muda kemampuan untuk berwirausaha sejak dini agar mereka nantinya siap berkompetisi di tingkat selanjutnya. Ini bukan soal kalah atau menang tetapi bagaimana mereka memanfaatkan peluang ini,” ujar Windu.

Kaori menambahkan kreativitas para siswa ini harua terus dikawal dan diberi dukungan. “Ke depannya, mereka bisa mengembangkan apa yang sudah dimulai. Tinggal bagaimana mereka bisa fokus dan mengatur waktu, kapan saatnya belajar di sekolah dan kapan mengelolaa bisnisnya,” kata Kaori. (Ngurah Budi)

To Top