Sekitar Kita

Menunggu Lama dan Hujan Deras Tak Membuat Surut Masyarakat Bali Bertemu Jokowi

Walaupun menunggu mulai dari pukul 17.00, masyarakat Bali yang sudah memadati Art Centre Taman Budaya, Denpasar, Jumat ( 22/3), tetap tak bergeming dari tempat duduk menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo. Pengamanan malam itu terlihat sangat ketat, semua masuk melewati pemeriksaan dan beberapa barang seperti korek api, bahkan botol minuman juga disita. Sambil menunggu, masyarakat diibur lawakan Celokontong Mas dan hiburan lagu dari penyanyi Bali Dek Ama.

Hujan deras yang kemudian mengguyur Taman Budaya, sempat membuat warga mencari tempat untuk berteduh. Sekitar Pukul 20.45, Presiden Jokowi dan rombongan Gubernur Bali tiba di tempat acara. Masyarakat yang sempat berteduh kembali masuk dan duduk rapi.

Presiden Joko Widodo langsung disambut antusias ketika menyapa masyarakat Bali dengan bahasa lokal meski hujan mengguyur saat ia menyampaikan pidato. “Sampunapi gatrane? Becik nggih? Dumogi rahajeng sareng sami (Bagaimana kabarnya? Kabar baik ya?  Semoga selalu selamat sejahtera semuanya),” kata Presiden Jokowi.  Masyarakat Bali yang hadir pun bersorak antusias dan tak henti bertepuk tangan mendengar Jokowi menyapa mereka dengan bahasa Bali.

Jokowi dan Ibu Negara Ny. Iriana, tampil istimewa karena mengenakan pakaian adat Bali. Jokowi memakai safari cokelat, saput, dan udeng. Sementara, Ny. Iriana mengenakan kebaya warna merah muda dengan sanggul khas Bali.

Presiden Jokowi mengatakan, sebelumnya, ia sempat belajar untuk berbicara dalam bahasa daerah setiap kunjungannya. Namun, terkadang tiap provinsi saja bahasa daerahnya memiliki banyak versi, sehingga kadang ia mengatakan yang keliru.  Namun, itu semua membuat bangga karena Bangsa Indoensia memiliki kekayaan ragam budaya termasuk bahasa daerah yang jumlahnya sangat banyak.

Uniknya, di sela-sela berpidato, ia sempat memberikan kesempatan beberapa orang untuk maju. Salah satunya, Nyoman Geriarsa salah seorang Bendesa dari Mudeh, Selemadeg Barat, Tabanan.  Jokowi bahkan sempat memayungi Nyoman saat acara dialog. Karuan saja, pemandangan tersebut mebuat semua undangan memberi tepuk tangan yang meriah.
”Merupakan sebuah kebanggaan luar biasa saya bertemu langsung dengan pak Jokowi,” katanya sembari tersenyum.

Ditanya Jokowi, apa pandangan Geriarsa soal negara ini kedepannya, ia berharap Indonesia ke depan tetap bersatu dan menjunjung tinggi kebhinekaan di bawah Pancasila.
”Tentu dengan dukungan dari Pak Jokowi, Bali bisa maju lebih baik dari sebelumnya,” katanya, yang disambut tepuk tangan semua undangan.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan para Sulinggih, Pemangku, Bendesa adat, Kelian Adat, Seke teruna sebagai penjaga terdepan kebudayaan Bali. Ia juga berpesan, para tokoh adat ini tetap mencintai dan menjaga Indonesia.

“Saya merasa bahagia bertemu dengan masyarakat Bali ada para sulinggih, ada para pemangku, perbekel dan lurah se-Bali, ada para pendeta adat se Bali dan klian se Bali. Artinya pada malam ini saya bertemu dengan penjaga terdepan kebudayaan masyarakat Bali,” kata Jokowi.

Ia merasa bangga dan menyebut Bali sebagai contoh dalam merawat persatuan dari perbedaan yang ada di Indonesia.”Masyarakat Bali telah menjadi contoh bagaimana harmoni dalam perbedaan dalam membangun kerukunan dan kebhinekaan,” kata Jokowi. (Wirati)

 

To Top